Permintaan Hewan Kurban pada Idul Adha Tahun Ini Diprediksi Naik 5%

Permintaan hewan kurban tahun ini diperkirakan naik 5% dari tahun lalu atau sekitar 1,5 juta ekor hewan yang terdiri dari sapi, kambing dan domba.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
26 Juli 2018, 17:05
Ekspor Domba
ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau domba disela pelepasan ekspor perdana domba di Instalasi Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/6). Menteri Pertanian melepas ekspor sekitar 2.100 ekor domba jantan ke Malaysia dengan total domba yang akan diekspor secara berkala dalam setahun sebanyak 60.000 ekor.

Kementerian Pertanian menyatakan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha  tahun ini naik sekitar 5% dibandingkan jumlah pemotongan tahun 2017. Tahun ini, permintaan untuk hewan kurban sebesar 1,5 juta ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menjelaskan  pihaknya telah melakukan langkah antisipasi lonjakan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha tiga pekan mendatang. 

“Kami telah berkoordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh provinsi, sehingga kebutuhan hewan tersebut dijamin bisa dipenuhi  dari peternak lokal,” kata Ketut kepada Katadata, Kamis (26/7).

Menurut data Kementerian Pertanian, total kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini mencakup 462 ribu ekor sapi, 10.344 ekor kerbau, 793 ribu ekor kambing dan 238 ribu ekor domba. 

(Baca :  Perusahaan Indonesia Ekspor Perdana 60 Ribu Domba ke Malaysia)

Selain kebutuhan hewan hidup, Ketut juga menyebut bahwa permintaan daging sapi segar selama Idul Adha juga diperkirakan meningkat. Karena itu pihaknya juga telah melakukan antisipasi peningkatan permintaan dengan melakukan koordinasi dengan peternak.  

Menurut catatannya, hingga 20 Juli 2018, stok sapi bakalan siap potong diperkiran telah tersedia sebanyak 30.170 ekor. Sedangkan sapi bakalan yang sedang dalam proses penggemukan jumlahnya mencapai 140.344 ekor.

“Kebutuhan itu dipasok dari sapi bakalan siap potong yang ada di kandang penggemukan,” ujar Ketut.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mengamankan pasokan hewan kurban dari resiko penularan penyakit zoonosis dengan membentuk tim pemantau hewan kurban di wilayah Jabodetabek dan daerah. Rencananya, persiapan koordinasi bakal dimulai pada 1 Agustus mendatang. 

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan meningkatnya permintaan hewat ternak pada Idul Adha menyebabkan harga hewan berpotensi mengalami kenaikan sebesar 20% dibanding bulan biasa. Dia pun menyebut harga jual ternak sapi dan kerbau bisa mencapai Rp 60 ribu di tingkat pedagang.

“Hari Raya Idul Adha biasanya sangat ditunggu peternak karena harga sapi jantan yang memenuhi syarat untuk kurban harganya tinggi,” kata Teguh.

Dia pun menuturkan pasokan hewan ternak lokal diyakini cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat.

(Baca : Indonesia Ekspor Perdana 6 Ton Nugget Ayam ke Jepang)

Kenaikan harga hewan mengikuti kenaikan  permintaan juga dibenarkan pengusaha hewan ternak. Banu Wirandoko, pemilik peternakan kambing dan sapi Andaka Beef Cattle Farm di Sumedang, Jawa Barat, mengatakan harga jual sapi di pasaran saat ini telah mencapai Rp 51 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Sedangkan harga kambing bisa lebih dari Rp 70 ribu per kilogram.

Sementara per ekor, harga jual sapi di peternakannya sesuai kategori berat dijual mulai dari   Rp 16,8 juta sampai lebih dari Rp 28 juta. Sementara untuk harga jual seekor kambing atau domba sesuai klasifikasi bobot bervariasi dari Rp 1,87 juta hingga di atas Rp 3,4 juta.

“Harganya masih bisa ditawar,” ujar Banu.

 

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait