Masuk ke Platform Digital, Bulog Siapkan Investasi Rp 1 Miliar

Pemasaran bahan pokok melalui online dianggap lebih praktis dan diyakini bisa menekan peran tengkulak dan mafia yang berniat memainkan harga pasar.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
6 Juni 2018, 16:13
Beras Bulog
Arief Kamaludin | Katadata

Perum Bulog akan merambah  bisnis digital (e-commerce)  untuk mendukung penjualan bahan pokoknya hingga ke tangan konsumen. Untuk memuluskan rencana tersebut, Bulog mengaku telah menyiapkan dana Rp 1 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan sistem online, merekrut  tenaga kerja, membentuk situs belanja serta aplikasi transaksi.

Direktur Bulog Budi Waseso menyatakan penjualan digital memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok, tanpa harus pergi ke pasar. “Masyarakat tinggal pesan secara online dan pengiriman dilakukan langsung ke rumah pembeli,” kata Budi di Jakarta, Rabu (6/6).

Selain itu, pemasaran bahan pokok melalui platform online juga dinilai Budi memiliki kelebihan lain, yakni dapat memotong rantai pasok distribusi sehingga  bisa mengurangi kesempatan tengkulak dalam memainkan harga pasar dan menekan jumlah mafia yang ingin mendapat keuntungan.

(Baca : Gandeng TNI dan Polri, Bulog Gelar Operasi Pangan Murah)

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Imam Subowo menjelaskan untuk menjangkau masyarakat agar lebih dekat, Bulog telah memiliki Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar 40 ribu titik di seluruh Indonesia. Fasilitas ini yang coba dioptimalkan Bulog sebagai  salah satu chanel distribusi dalam pengembangan sistem online. Dengan begitu, biaya distribusi atau pengiriman nantinya dapat ditekan. 

Selain itu, Bulog juga akan melakukan perubahan pada situs perusahaan, dari yang semula hanya berbasis sistem  informasi bakal diubah menjadi sistem yang mengakomodir fitur transaksi dan pemesanan.

Imam pun mengaku telah memperbesar jumlah tenaga kerja ahli di sektor teknologi informasi (IT) dari yang semula berjumlah 22 orang menjadi sekitar 50 orang. 

Setelah bisnis e-commerce ini  berjalan dan respon masyarakat bagus, maka ke depan Bulog juga akan membangun sistem penjualan online yang lebih besar bertajuk Enterprises Process Planning.  "Rantai pasok akan kita integrasikan dengan digitalisasi yang handal sehingga aksesnya lancar setiap saat,” ujar Imam.

(Baca Juga : Pengusaha Retail Siap Jual Beras Kemasan Sachet Bulog)

Namun untuk awal, Bulog sudah membuka toko resmi di Bukalapak dan ke depan akan mulai dikembangkan ke beberapa platform e-commerce lain. Sedangkan untuk distribusi, Bulog juga akan bekerja sama dengan perusahaan rintisan digital seperti Go-Jek dan Grab.

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait