Australia dan AS Beri Peringatan Keamanan Pascaledakan Bom Surabaya

Tingkat kewaspadaan juga diterapkan di beberapa kota di Indonesia, seperti Bali dan Jakarta, seiring tingginya ancaman serangan teroris.
Image title
Oleh Ekarina
14 Mei 2018, 12:22
wisatawan
ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Wisatawan mengantre naik kapal cepat (fast boat) antarpulau tujuan Bali di Pelabuhan Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat

Sejumlah negara melalui situs resminya merilis peringatan keamanan dan travel advice (saran berpergian), pascaledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu, 13 Mei 2018.

Mengutip dari situs resmi Smartraveller Australia Goverment Department of Foreign Affairs and Trade menyebut warga Australia terus diingatkan akan risiko yang semakin meningkat dari serangan lebih lanjut menjelang dan selama Ramadan (pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2018).

"Tingkat saran kami tidak berubah. Kewaspadaan tinggi terjadi di Indonesia, termasuk Bali. Tingkat yang lebih tinggi juga berlaku di beberapa bagian negara," tulis situs tersebut.

Lebih lanjut pemerintah Australia juga menyebutkan,  tingkat kewaspadaan juga diterapkan di beberapa kota di  Indonesia, seperti Bali dan Jakarta, seiring tingginya ancaman serangan teroris. Karenanya, pemerintah Australian pun meminta warganya yang tengah berada di Indonesia untuk meningkatkan keamanan pribadinya  serta terus memantau perkembangan informasi terbaru tentang risiko keselamatan atau keamanan dari beberapa media.

Advertisement

"Kami terus menerima informasi yang mengindikasikan teroris mungkin merencanakan serangan di Indonesia. Serangan bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Otoritas Indonesia terus menangkap teroris dalam tahap lanjutan dari perencanaan serangan. Waspadai tempat-tempat ibadah dan selama periode liburan yang signifikan," tulis website tersebut.

Selain Australia, peringatan keamanan juga datang dari kantor Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia. Melalui situs resminya, Kedubes AS menghimbau warganya untuk mencari tempat yang aman jika berada di sekitar lokasi kejadian, meninjau rencana kemanan pribadi, memantau media lokal dan mewapadai kondisi sekitar.

(Baca : Serangan Teror di Mapolrestabes Surabaya Gunakan Sepeda Motor)

Ledakan bom bunuh diri sebelumnya terjadi di Gereja Santa Maria (GKSM) Tak Bercela, Gereja Kristin Indonesia (GKI), serta Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Surabaya, Jawa Timur. Akibat kejadian tersebut, dilaporkan sekitar 13 orang tewas dan 40 orang lainnya luka-luka.

Setelah serangan di tiga gereja, sebuah ledakan juga terjadi di Rusunawa Wonocolo yang berada di belakang Polsek Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu malam (13/5). Pelaku ledakan di Sidoarjo ini pun melibatkan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ketiganya tewas akibat bom bunuh diri di tempat tinggal mereka, tanpa ada korban dari pihak lain.

Sementara itu serangan teror bom bunuh diri juga terjadi pagi hari tadi di Markas Polres Kota Besar Surabaya, Senin (14/5) pukul 08.50 WIB. Peristiwa ledakan terekam dari kamera CCTV Polrestabes Surabaya yang menunjukkan serangan dilakukan seorang pengendara sepeda motor yang membonceng seorang perempuan dan diduga membawa juga seorang anak.

(Baca juga: Bom Meledak di Mapolrestabes Surabaya, Anggota Polisi Jadi Korban)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait