Bertolak ke Brazil, Tim Kementan Pantau Kesiapan Impor Daging Sapi

Tim yang terdiri dari unit teknis dan komisi ahli akan memastikan kesehatan daging sapi dari penyakit mulut dan kuku.
Michael Reily
13 April 2018, 16:10
Pasar Daging
Agung Samosir|KATADATA
Kebutuhan daging terus melonjak menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Ramadhan akan datang dalam hitungan beberapa pekan ke depan. Kementerian Pertanian akan bergerak cepat dengan memberangkatkan tim audit ke Brazil yang bertugas mengecek kesehatan dan kesiapan daging sapi di negeri samba untuk segera diimpor ke Indonesia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyatakan tim akan berangkat ke Brazil besok. “Kami membuka opsi impor dari negara lain supaya jangan terjadi monopoli,” kata Ketut di Jakarta, Jumat (13/4).

Tim yang terdiri dari unit teknis dan komisi ahli akan memastikan kesehatan daging sapi, terutama dari penyakit mulut dan kuku agar daging sapi yang diimpor dari Brazil aman dikonsumsi masyarakat.

(Baca :  Ketergantungan Impor Daging Dituding Penyebab Lemahnya Peternak Lokal)

Advertisement

Tak hanya itu,  tim pemerintah yang secara total berjumlah 22 orang itu  juga akan menyertakan tim dari  Majelis Ulama Islam (MUI) untuk  memastikan sertifikasi halal daging impor serta tim dari industri.

Ketua tim audit Tri Satya Putri Naipospos menyatakan pemerintah harus bergerak cepat sehingga unit teknis dan komisi ahli dikirimkan bersamaan. 

Satya menjelaskan, tuntutan  pemerintah  mengharuskan tim bekerja lebih cepat dengan waktu pelaksanaan sekitar satu minggu atau  hingga 22 April 2018. “Kami juga mengandalkan informasi yang otoritas Brazil siapkan sesuai kuesioner, tapi kami berlandaskan status penyakit,” ujarnya.

Salah satu alasan utama pemeriksaan dilakukan secara ketat karena sapi  Brazil belum bebas penyakit mulut dan kuku, meski dalam  10 tahun terakhir, belum pernah ada kasus penyakit daging sapidi negara tersebut.

Brazil juga diketuhui telah  mengajukan bebas penyakit berdasarkan vaksinasi kepada The World Organisation for Animal Health (OIE). “Artinya masih ada peluang untuk timbul ancaman yang bisa berakibat kepada Indonesia,” kata Satya.

Setelah pemeriksaan rampung, tim juga akan memberikan laporan dalam kepada pemerintah dagar  impor bisa dilakukan segera, mengingkat besarnya  kebutuhan menjelang Ramadhan dan Lebaran.

(Baca juga : Jelang Lebaran, Persediaan Daging Diprediksi Masih Defisit 46 Ribu Ton)

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait