Kemendag Amankan 5 Ton Bibit Bawang Putih Ilegal di Pasar

Michael Reily
13 Maret 2018, 08:46
Bawang Putih
Antara
Pedagang bawang putih di Pasar Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5).

Kementerian Perdagangan mengamankan 254 karung atau setara dengan 5 ton bibit bawang putih impor yang beredar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Kendati berizin, pihaknya menyatakan tak segan memberi sanksi kepada importir nakal yang menyalahgunakan izin impor yang dikeluarkan pemerintah.

Direktur Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono mengungkapkan importir yang diduga melakukan praktik ilegal tercatat memiliki izin impor bibit bawang putih dari Kementerian Pertanian sebanyak 300 ton. Jumlah impor jauh lebih besar dari kebutuhan bibit yang diperlukan untuk menanam lahan sesuai kewajiban importir tersebut.

“Kami telah mengantongi nama importir pemasok bibit bawang putih dan tidak segan memberikan sanksi, kata Veri dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/3).

Berdasarkan penelusuran Kemendag, impor bibit bawang putih tersebut diduga dilakukan lewat pelabuhan Tanjung Priok pada 26 Februari 2018. Mengacu pada dokumen impor, jumlah bibit bawang putih yang dibawa importir pada periode tersebut diketahui sebesar 232 ton atau 13.050 karung.

Atas temuan tersebut, Kemendag akan memperketat pengawasan impor. Terlebih setelah diberlakukannya pengawasan di luar
kawasan kepabeanan (post border) yang mempermudah pelaku usaha dalam melakukan impor. Jika ditemukan pelanggaran, maka pihaknya tak segan mengenakan sanksi berat terhadap importir nakal.

"Konsekuensinya harus dikenakan sanksi. Kalau perlu blokir nama pelaku usahanya dan juga dikenakan sanksi pidana,” ujarnya.

Inspektur Jendral Kemendag yang saat ini menjabat sebagai Plt. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Srie Agustina menambahkan kerja sama dengan pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan. “Kami tidak akan segan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku usaha yang melanggar,” kata Srie.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait