Perundingan Dagang Indonesia-Australia Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Michael Reily
9 Maret 2018, 20:37
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kanan)
ANTARA FOTO/IORA Summit 2017/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kanan) pada hari ketiga rangkaian KTT IORA ke-20 tahun 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/3). KTT IORA 2017 tersebut diharapkan dapat meningkatka

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana bertololak ke Australia pekan depan guna menyelesaikan perundingan perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perundingan dilakukan bersama dengan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.

“Pokoknya penyelesaian harus win-win,” kata Enggar kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/3). (Baca: Masuki Putaran ke-4, Sawit Masih Jadi Agenda Khusus Perundingan CEPA).

Menurutnya, hasil final perjanjian dagang Indonesia dengan Australia harus mencapai keputusan yang seimbang. Meski tidak menyebutkan permasalahan secara spesifik, salah satu yang ditargetkan Enggar adalah terbukanya akses pasar yang sama.

Pasalnya, Indonesia tidak mau berada dalam posisi akses pasar terbuka tanpa mendapatkan kesempatan yang sama. “Itu salah satu dari banyak hal yang akan kita bicarakan,” jelasnya.

(Baca juga: Resolusi Sawit Uni Eropa Mengecewakan, Pemerintah Bakal Lapor ke WTO) 

Rencananya, Mendag akan mengajak Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani sebagai perwakilan dari kalangan usaha. Atas kesempatan tersebut, Rosan berharap hasil akhir kerja sama dagang Indonesia dan Australia bisa dampak besar terhadap peningkatan ekspor sehingga target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai. Karenanya, ambisi besar perjanjian dagang CEPA perlu masukan berbeda lintas sektor.

Menurut Rosan, koordinasi harus melibatkan seluruh industri dengan keinginan yang berbeda. Selain peningkatan ekspor, Kadin juga berupaya mendorong agar hasil perundingan bisa berdampak terhadap peningkatan sumber daya manusia. “Kadin sebagai tim resmi mencoba untuk mengkoordinasikan,” tuturnya.

Penandatanganan perjanjian dagang Indonesia - Australia sempat terhambat lantaran waktunya bersamaan dengan penyelenggaraan perundingan CEPA dengan Uni-Eropa. Hal itu langsung membuat pemerintah melakukan langkah cepat dalam perhitungan startegi kerjasama.

Alhasil, perundingan IA-CEPA ditargetkan bisa selesai tahun ini, sebelum perundingan dagang CEPA antara Australia dengan Uni Eropa selesai pada awal 2019.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait