Industri Minta Hambatan Akses Transportasi dan Logistik Ditekan

Gaikindo mencatat ekspor kendaraan komersial pada 2017 tercatat sebesar 27.358 unit naik 9% dari realisasi tahun sebelumnya.
Michael Reily
1 Maret 2018, 19:58
To Jakarta-Cikampek
ANTARA FOTO | Risky Andrianto
Pengerjaan infrastruktur di jalan Tol Jakarta-Cikampek


Hambatan akses transportasi dan logistik masih menjadi tantangan industri saat ini, tak terkecuali bagi industri kendaraan komersial. Karenanya kelancaran arus barang saat ini dinilai penting sebagai salah satu faktor pendukung pencapaian target ekspor kendaraan komersial tahun ini yang diharapkan mencapai 35 ribu unit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta agar industri diberikan kelancaran akses transportasi, termasuk pada kendaraan komersial sebagai alat pengangkut logistik.

(Baca : Infrastruktur Menggeliat, Penjualan Kendaraan Komersial Meningkat)

“Kendaraan komersial sangat mendukung industri logistik sehingga kelancaran arus barang menjadi kunci,” kata Airlangga di Jakarta Convention Center, Kamis (1/3).

Advertisement

Menurutnya, selain kondisi infrastruktur jalan yang diakuinya masih terbatas dan menghambat proses  pengiriman, hambatan transportasi akan mempengaruhi daya saing industri. Pasalnya, terkait larangan arus barang menjelang hari raya sempat  mengakibatkan produksi dan ekspor kendaraan menurun karena sebagian pabrik menghentikan produksinya selama dua minggu.

Berdasarkan catatan Gaikindo, ekspor kendaraan komersial pada 2017 mencapai sebesar 27.358 unit naik 9% dari realisasi tahun sebelumnya. Sementara pada tahun ini ekspor kendaraan komersial diharapan bisa mencapai 35 ribu unit.

Airlangga mengusulkan waktu pembatasan pengiriman barang menjelang hari raya bisa dipersingkat. Sebab industri butuh suplai berkelanjutan agar produksi kendaraan serta ekspor bisa meningkat. “Kalau ada gangguan perlu dipikirkan, karena jalan dari kawasan industri menuju pelabuhan perlu akses,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menuturkan bahwa hambatan transportasi pengiriman itu sudah dibahas dengan beberapa pelaku usaha, seperti dengan asosiasi, organda, dan pengusaha.

Karenamya Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan regulasinya. “Menyangkut waktu pembatasan, kami akan buat seperti Natal jadi tidak terlalu lama,” jelas Budi.

(Baca juga : Infrastruktur Gencar Dibangun, Penjualan Mobil Niaga Naik Signifikan)

Karenanya pemangkasan waktu dan skema penutupan jalan untuk kendaraan komersial juga bakal dilakukan.

Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi sebelumnya mengungkapkan bahwa industri minta dukungan pemerintah guna menjaga momentum pertumbuhan. Pasalnya industri kendaraan komersial saat ini tengah menunjukan geliatnya seiring dengan meningkatnya produksi dan penjualan hingga di atas 30%.

“Meski belum mencapai titik tertinggi seperti pada 2013-2014 lalu, perkembangan industri kendaraan komersial melonjak pesat dibandingkan 2016,” kata Yohanes saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2018, Jakarta, Kamis (1/8).

Secara total, Gaikindo mencatat, penjualan kendaraan komersial mencapai 253.310 unit pada 2017.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait