India Bebaskan Bea Masuk Produk Melamin Indonesia

Tidak ada alasan untuk perpanjangan bea masuk produk Indonesia. Karena sejak dikenakan bea masuk pada 1 Juni 2012, industri melamin India tetap stabil.
Michael Reily
23 Februari 2018, 17:46
Pelabuhan Ekspor
Katadata
Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk melamin ke India. Pasalnya, pemerintah India telah membebaskan bea masuk anti-dumping untuk produk melamin asal Indonesia .


Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk melamin ke India. Pasalnya, pemerintah India telah membebaskan bea masuk anti-dumping untuk produk melamin asal Indonesia setelah Directorate General of Anti-Dumping and Allied Duties (DGAD) India merekomendasikan untuk tidak melakukan perpanjangan pengenaan bea masuk dari sejumlah negara pada 19 Februari lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan tidak ada alasan untuk perpanjangan bea masuk produk Indonesia. Karena sejak dikenakan bea masuk pada 1 Juni 2012, industri melamin India kembali stabil setelah beroperasi lima tahun.

(Baca : Perusahaan Baja Korsel Minta Pemerintah Tertibkan Dumping di Batam) 

Sebelumnya produk melamin Indonesia dikenakan bea masuk sebesar US$1.537 per metrik ton. Otoritas India mengenakan bea masuk anti-dumping kepada dua eksportir melamin asal Indonesia, yakni PT Sri Melamine Rejeki dan PT OCI Kaltim Melamine yang kemudian menyebabkan keduanya tidak lagi melakukan ekspor sejak 2012.

Advertisement

“Otoritas India tidak menemukan adanya kerugian akibat impor produk melamin dari Indonesia selama periode penyelidikan,” kata Oke dalam keterangan resmi, Kamis (22/2).

Penyelidikan pengenaan bea masuk anti-dumping dilakukan sejak 22 September 2017 atas permintaan dari Gujarat State Fertilizers & Chemicals Ltd., yang merupakan industri melamin India.

(Baca juga : Perusahaan Baja Asal India Pertimbangkan Ekspansi di Indonesia)

Direktur Pengamanan Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Pradnywati pun telah menyampaikan pembelaan tertulis saat penyelidikan. Dalam pernyataanya, ia menyebut tidak ada hubungan kausalitas antara barang impor dan kerugian industri domestik.

Karenanya, dengan pembebasan bea masuk produsen melamin Indonesia kembali berpeluang menggiatkan ekspornya ke India. “Dorongan bagi industri melamin Indonesia untuk kembali bangkit dan masuk ke pasar India karena potensi negara tersebut cukup menjanjikan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk melamin terakhir ke India dilakukan pada 2011 senilai US$ 2,2 juta. Pada tahun yang sama, ekspor melamin Indonesia ke sejumlah negara seperti lain Australia juga tercatat sebesar US$ 14,3 juta, Thailand sebesar US$ 7,9 juta, dan Korea Selatan sebesar US$ 6,5 juta.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait