Siemens Berencana Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Sampah

Siemens bakal membangun 8 PLTS di sejumlah wilayah di kota besar terkait pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Michael Reily
7 Februari 2018, 09:40
Sampah
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pemanfaatan sampah menjadi energi di kota besar bakal menjadi solusi berkelanjutan.

 

PT Siemens Indonesia berencana membangun  Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di Indonesia. Pemanfaatan sampah menjadi energi di kota besar bakal menjadi solusi berkelanjutan.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Pertanian Zakiyudin menjelaskan keseriusan rencana tersebut diungkapkan setelah  Presiden Direktur baru Siemens Indonesia bertemu dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Komunikasi juga sudah dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Pemerintah Daerah,” kata Zakiyudin di Jakarta, Selasa (6/2).

Advertisement

Rencananya, Siemens bakal membangun 8 PLTS di sejumlah kota besar terkait pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Rencana itu juga dinilai sejalan dengan Proyek Strategis Nasional yang mencakup solusi listrik dengan konsep kota pintar.

Karenanya pemerintah juga berharap Siemens bakal melakukan sistem kemitraan dengan perusahaan lokal agar sistem teknologinya bisa ikut terbantu. “Siemens punya desain dan hak intelektual standar internasional, sehingga sangat baik jika menjadi subkontraktor perusahaan lokal,” jelas Zakiyudin.

Selain itu, langkah Siemens mengolah sampah menjadi energi baru juga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan industri di Indonesia. Saat ini, perusahaan tercatat memiliki 2 pabrik di Cilegon dan 1 pabrik di Pulogadung. Dua pabrik memproduksi kondensor dan turbin serta operasi dan perawatannya. Satu pabrik merupakan industri travo, alat elektrik, dan panel listrik.

Adapun produksi perangkat turbin dan komponen pembangkit listrik hingga saat ini tekah menembus pasar ekspor. Zakiyudin menjelaskan jumlah ekspor Siemens saat ini sudah mencapai 70% dari kapasitas produksi. “Mereka sudah melakukan kerja sama dengan negara Timur Tengah, produksinya di Indonesia, diekspor dan disatukan di sana,” ujarnya.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait