Antisipasi Kekeringan, Pemerintah Bakal Percepat Musim Tanam

Para petani akan diminta segera menanam kembali setelah panen raya selesai bulan ini.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
5 Mei 2020, 15:29
Antisipasi Kekeringan, Pemerintah Bakal Percepat Musim Tanam.
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/aww.
Sejumlah pekerja memanen padi di area persawahan Desa Hutabohu, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (24/3/2020). Kementan akan meminta petani mempercepat penanaman untuk mengantispasi terjadinya kekeringan pada musim kemarau mendatang.

Pemerintah bakal mempercepat musim tanam di Indonesia pada Mei 2020.Percepatan musim tanam dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan beberapa waktu mendatang serta dampaknya terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) memprediksi 30% wilayah di Indonesia yang memasuki zona musim akan mengalami kemarau lebih kering dari biasanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, para petani akan diminta segera menanam kembali setelah panen raya selesai bulan ini.

"Panen raya kita Mei ini. Sesudah panen, akan dilakukan upaya penanaman," kata Syahrul usai rapat terbatas melalui video conference, Selasa (5/5).

(Baca: Jokowi Antisipasi Krisis Pangan Akibat Dampak Kekeringan)

Syahrul mengatakan, percepatan musim tanam ini akan dilakukan dengan memanfaatkan sisa curah hujan sebelum memasuki kemarau panjang. Selain itu, hal ini dilakukan untuk memanfaatkan sisa air tanah di lahan-lahan persawahan.

Nantinya, upaya percepatan musim tanam ini akan dilakukan di Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 5,6 juta hektare. Percepatan musim tanam dilakukan hingga September 2020.

"Percepatan itu akan tersedia pada lahan existing kita," kata Syahrul.

Selama percepatan musim tanam, menurutnya pemerintah juga akan membantu penyediaan benih untuk 2 juta hektare lahan persawahan. Tak hanya itu, pemerintah juga akan mendistribusikan pupuk dan obat-obatan secara lebih cepat.

Lebih lanjut, pemerintah juga akan mempersiapkan infrastruktur untuk percepatan musim tanam tersebut. "Penyiapan pipanisasi, pompa, parit kecil harus dilakukan," kata Syahrul.

Permintaan percepatan musim tanam ini merupakan salah satu perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengantisipasi dampak kekeringan serta menjamin ketersediaan bahan pangan dalam rapat terbatas hari ini. Menurut Jokowi, antisipasi terhadap dampak kekeringan ini menjadi penting guna mencegah terjadinya krisis pangan.

(Baca: Antisipasi Kekeringan, Lahan Gambut Akan Dipakai untuk Pertanian)

"Sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu," ujar Jokowi.

Selain percepatan musim tanam, Jokowi sebelumnya juga meminta ketersediaan air, terutama di daerah-daerah sentra produksi pertanian. Atas dasar itu, Jokowi meminta tempat-tempat penyimpanan air hujan, mulai dari danau, waduk, embung, dan kolam retensi segera disiapkan.

Jokowi pun meminta agar para petani tetap dapat berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, dia meminta ketersediaan sarana-sarana produksi pertanian, baik terkait bibit dan pupuk betul-betul ada.

Harga dari berbagai sarana produksi pertanian pun harus dapat terjangkau oleh petani. "Kemudian kemarin sudah dibicarakan mengenai stimulus ekonomi untuk petani agar nanti juga dipertajam lagi," kata dia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait