Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Bertambah karena Tes PCR Kian Masif

Doni berdalih peningkatan jumlah kasus positif virus corona tak berarti penyebarannya juga semakin masif di masyarakat.
Dimas Jarot Bayu
11 Mei 2020, 15:08
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah) didampingi pejabat terkait memberikan keterangan kepada media berita terkini mengenai kasus COVID-19 di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Dalam keterangannya Doni menyampa
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyebut, kasus positif Covid-19 terus meningkat, seiring bertambahnya kemampuan deteksi test PCR.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui jumlah kasus positif virus corona di Indonesia meningkat beberapa waktu belakangan. Penambahan kasus positif corona harian bahkan sempat mencapai 533 orang pada Sabtu (9/5).

Doni berdalih peningkatan jumlah kasus positif virus corona tak berarti penyebarannya juga semakin masif di masyarakat. Menurutnya, hal itu terjadi karena jumlah pemeriksaan corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19 yang semakin banyak.

"Jadi kalau setiap hari kita lakukan testing dengan jumlah yang banyak, maka sangat mungkin yang terkonfirmasi positif juga sangat banyak," kata Doni usai rapat terbatas melalui konferensi video, Senin (11/5).

(Baca: Satgas Covid-19: Pekerja di Bawah 45 Tahun Akan Bekerja di Luar Rumah)

Advertisement

Menurut Doni, pemeriksaan dengan PCR rata-rata sekitar 7.100-7.300 spesimen per hari. Bahkan, pemeriksaan dengan PCR sempat mencapai 9.630 spesimen.  Namun, jumlah itu hanya terjadi hanya satu hari, sedangkan hari berikutnya kembali menurun. 

Kendati telah dilakukan secara masif, pemeriksaan dengan PCR itu masih belum menembus angka yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebanyak 10.000 spesimen per hari. Oleh sebab itu, pemerintah akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di laboratorium.

Doni mengatakan bakal mengarahkan seluruh laboratorium yang jadi rujukan pemeriksaan corona untuk merekrut personel baru. "Termasuk juga bantuan-bantuan dari TNI/Polri yang memiliki kualifikasi di bidang keperawatan dan kemampuan di bidang laboratorium," ujar Doni.

(Baca: Jawa Episentrum Corona, Gugus Tugas Minta Pemda Inisiatif Ajukan PSBB)

Pemerintah pun akan memberikan insentif bagi pekerja di laboratorium. Dengan demikian, mereka diharapkan bisa bekerja lebih optimal ke depannya.

"Kalau selama ini rotasi hanya satu kali atau maksimal dua kali, maka kami harapkan rotasi bisa rata-rata dua kali. Bahkan, kalau sumber daya manusianya sudah memadai dan jumlahnya mencukupi, bisa mencapai tiga kali," kata Doni.

Hingga saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 14. 032 orang. Dari angka ini, 973 orang meninggal dunia dan 2.698 sembuh. 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait