Apindo Sebut 30 Juta Pekerja Properti Terdampak Corona & Terancam PHK

Ada sekitar 30 juta pekerja properti terdampak pandemi, termasuk pekerja di sektor informal terkait.
Image title
Oleh Ekarina
14 Mei 2020, 20:02
Apindo Sebut 30 Juta Pekerja Properti Terdampak Corona & Terancam PHK.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Warga berkendara di kawasan perumahan di kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019). Apindo menyebut, ada sekitar 30 juta pekerja properti terdampak corona.

Pandemi corona turut berimbas pada sekor properti. Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar mengatakan, ada sekitar 30 juta pekerja terdampak pandemi, termasuk pekerja di sektor informal terkait. 

“Sektor informal yang juga ikut terdampak seperti sewa kontrakan, warung untuk para pekerja lapangan. Semua harus berupaya agar industri properti jangan sampai terganggu. Sebab, ini jumlah yang sangat besar dan tidak main-main,” ujar Sanny.

Dia menyatakan,  industri properti Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk berkembang asalkan diberikan kesempatan yang seimbang oleh pemerintah.

(Baca: Pengembang Berharap Stimulus Properti Tidak Hanya Subsidi Bunga KPR)

Hal ini menurutnya terkait kebijakan dari sisi pendanaan, perijinan dan pertanahan, perpajakan, kepemilikan properti, dan sebagainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti, Hendro Gondokusumo menuturkan,  sektor properti memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan sektor lainnya, menjadikan sektor  ini memiliki peran sentral terhadap  pembangunan.

“Dari 175 sektor industri yang bergerak dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan sektor properti, industri properti memiliki pangsa permintaan akhir 33,9%. Sehingga sektot ini merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Hendro dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan secara virtual, (14/5).

Dengan demikian, sektor properti menurutnya telah memberikan multiplier effect dan akan berdampak langsung pada 33,9% sektor yang terkait. Padahal, kontribusi sektor properti Indonesia terhadap PDB masih kecil dibandingkan dengan negara lain di ASEAN.

(Baca: Pandemi Corona Memukul Mundur Proyek Trump-Hary Tanoe di Indonesia )

Hendro mencatat, kontribusi properti nasional terhadap PDB pada 2019 asebesar 2,77%. Angka ini jauh di bawah Thailand yang mana kontribusinya mencapai 8,3%, Malaysia 20,53%, Filipina 21,09% dan Singapura 23,34%.

Kendati masih berkontribusi kecil terhadap PDB,  pengaruh cukup besar terhadap industri turunannya, termasuk juga dengan masyarakat lantaran terkait dengan kebutuhan sektor perumahan.

Oleh karena itu, di tengah situasi pandemi saat ini pergerakan sektor properti dalam negeri harus dioptimalkan. “Sekarang saatnya untuk memaksimalkan potensi lokal. Industri properti Indonesia itu 90% kandungannya adalah lokal. Sehingga ini sangat strategis untuk menggerakkan perekonomian,” ujarnya.

(Baca: Memprediksi Lonjakan Jumlah Pengangguran RI Imbas Corona)

Sementara itu Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan sektor properti memiliki keterkaitan erat dengan industri perbankan. Oleh karena itu dukungan perbankan dinilai amat penting, di saat kondisi pandemi membuat para pengembang tertekan.

"Kami meminta agar dilakukan stimulus restrukturisasi, berupa penundaan pembayaran pokok dan bunga supaya bisa membayar karyawan. Kami berusaha keras untuk tidak melakukan PHK, namun kalau tidak didukung oleh perbankan, berat bagi industri properti untuk bertahan," ujar Totok.

 

 

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait