Kemenperin Terbitkan 17 Ribu izin Operasi Industri Selama Pandemi

Dari belasan ribu pabrik yang mengajukan izin operasi, hanya sekitar 8.000 pelaku industri yang benar-benar berproduksi.
Image title
Oleh Ekarina
19 Mei 2020, 19:03
Kemenperin Terbitkan 17 Ribu izin Operasi Industri Selama Pandemi.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan masker medis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Hingga Selasa 19 Mei, Kemenperin telah menerbitkan belasan ribu Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan belasan ribu Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Izin ini diberikan selama masa  pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau hingga Selasa (19/5).

Penerbitan izin itu diatur dalam Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Izin diberikan dengan syarat memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan dengan meminimalisasi penularan pandemi virus corona. Kelonggaran operasional untuk indstri ini diberikan untuk meminimalisir dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Kendati demikian, dari belasan ribu pabrik yang mengajukan izin operasi, hanya sekitar 8.000 pelaku industri yang benar-benar berproduksi dengan serapan tenaga kerja mencapai 4,8 juta orang.

Advertisement

(Baca: Empat Klaster Industri Terpapar Corona, dari Sampoerna hingga Freeport)

"Ini dikarenakan ada beberapa holding perusahaan mengajukan izin misalnya untuk tiga kegiatan operasionalnya yang berbeda, misalnya untuk operasional gudangnya, head quarter atau pabriknya yang berbeda alamat," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam video conference, Selasa (9/5).

Berdasarkan sebaran wilayahnya, sebagian besar pemilik IOMKI berada di Jawa. Selain itu, dia juga mengungkapkan dri 17.000 IOMKI ini mewakili sekitar 48% terhadap PDB industri manfukatur atau industri pengolahan nonmigas.

(Baca: Kemenperin Sebut 60% Industri Terpukul Pandemi Corona)

"Yang mana estimasi nilai tambah yang dihasilkan dari 17.000 perusahaan yang beroperasi dengan IOMKI ini sekitar Rp 350 triliun," kata Agus. 

Dalam SE Kemenperin No.8/2020 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri yang Memiliki IOMKI, Agus menyebut seluruh perusahaan sudah memberi laporan secara berkala. Bila industri lalai melaporkan, pihaknya tak segan mencabut ijin operasi industri tersebut. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan mengeluhkan saat berlangsung PSBB masih banyak perusahaan yang beroperasi dan tidak disiplin mematuhi PSBB.

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB hanya 10 sektor usaha yang mendapatkan pengecualian untuk beroperasi.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait