Menag Minta Warga Salat Id di Rumah, Tak Terima Tamu & Takbir Keliling

Imbauan bertamu ini untuk menghindari risiko penularan virus corona dari orang tanpa gejala.
Image title
Oleh Ekarina
21 Mei 2020, 14:25
Menag Imbau Masyarakat Lebaran, Ibadah di Rumah dan Tidak Terima Tamu.
ANTARA FOTO/Humas Kemenag-Romadanyl/mrh/aww.
Menteri Agama Fahrur Rozi (kiri) didampingi Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin (kanan). Fachrul mengimbau masyakat tetap berlebaran dan beribadah di rumah saat pandemi.

Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sejumlah imbauan kepada masyaakat menjelang hari Raya Idul Fitri  1441 H yang akan berlangsung dalam hitungan hari. Dia berharap pandemi corona tak mengurangi kegembiraan masyarakat untuk merayakan hari raya, meskipun harus dilakukan dari rumah. 

"Ibadah dan silaturahmi bisa dilakukan di rumah saja. Kegembiraan jangan sampai hilang tetapi tetap harus terhindar dari Covid-19," katanya lewat video conference di Jakarta, Kamis (21/5).

Fachrul kembali mengingatkan masyarakat tidak mudik, lantaran kegiatan itu bisa membawa virus corona maupun risiko penularan bagi keluarga. 

(Baca: Menteri Mahfud: Pemerintah Larang Salat Id di Masjid dan Lapangan)

Advertisement

Untuk menghindari keramaian, dia pun mengimbau masyarakat tidak mengadakan takbir keliling pada malam Idul Fitri. Menurutnya, takbiran bisa dilakukan di rumah.

 "Masjid dan mushala tetap menggaungkan takbir melalui pengeras suara untuk memeriahkan malam Idul Fitri," ujarnya.

Demikian juga halnya dengan penyelenggaraan salat Idul Fitri. Fachrul mengatakan  ibadah ini bisa dilakukan di rumah bersama keluarga inti, baik secara perorangan maupun berjamaah. 

(Baca: Menag Tunggu Keputusan Arab Saudi Soal Ibadah Haji hingga Awal Juni)

Terkait tradisi silaturahmi Idul Fitri, Fachrul juga mengimbau masyarakat untuk tetap merayakan Lebaran di rumah saja dengan tidak bertamu ataupun menerima tamu di rumah.

Imbauan bertamu ini untuk menghindari risiko penularan virus corona dari  orang tanpa gejala.

Dia menyebut, banyaknya teknlogi saat ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk bersilaturahmi.  "Silaturahim bisa dilakukan melalui media sosial. Saat ini banyak sekali media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk saling bermaafan," ujarnya. 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait