Jokowi Harap Sensus Penduduk 2020 Bisa Hasilkan Satu Data Kependudukan

Sensus penduduk diiharapkan dapat bermanfaat bagi perencanaan pemerintah di berbagai bidang.
Dimas Jarot Bayu
24 Januari 2020, 17:14
Jokowi, Sensus Penduduk, Data, BPS
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo. Jokowi berharap sensus penduduk ini bisa menghasilkan satu data kependudukan dan bermanfaat bagi perencanaan pemerintah di berbagai bidang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan sensus penduduk yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020. Jokowi berharap sensus penduduk ini bisa menghasilkan satu data kependudukan.

Lebih lanjut, dia juga berharap sensus penduduk dapat bermanfaat bagi perencanaan pemerintah di berbagai bidang. "Tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan masa kini, namun juga membuat proyeksi sampai 2050," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1).

Menurut Jokowi, validitas data merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan sebuah negara. Dengan data yang akurat, menjadi faktor penting untuk membuat keputusan yang tepat.

(Baca: Jokowi Tekankan Pentingnya Data dalam Pembangunan)

Data yang akurat juga menuurtnya penting untuk mengeksekusi program menjadi lebih tepat sasaran. Oleh sebab itu, pemerintah tak boleh merencanakan dan mengambil keputusan tanpa data.

Apalagi jika hal tersebut dilakukan hanya berdasarkan perasaan. “Jangan pakai feeling, bahaya. Bahaya sekali,” kata Jokowi.

Jokowi berharap agar sensus penduduk bisa didukung semua pihak. Atas dasar itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam sensus penduduk 2020.

Dia juga memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk menyukseskan sensus penduduk 2020 ini. "Kunci utama kesuksesan sensus penduduk tahun ini adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa," kata Jokowi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sensus penduduk 2020 akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dan perwakilan di luar negeri. Sensus penduduk akan dilakukan terhadap warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara asing (WNA) yang telah atau akan tinggal minimal satu tahun di Indonesia.

(Baca: Dukcapil Gandeng Perusahaan Kecerdasan Buatan Manfaatkan Data eKTP)

Advertisement

Sensus ini akan dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama, yakni pencacahan lengkap pada 2020. "Akan ada 22 pertanyaan dasar, seperti nama, alamat, pekerjaan, pendidikan, dan perumahan," kata Suhariyanto.

Sedangkan sensus penduduk tahap kedua akan dilakukan dengan pencacahan sampel pada 2021. Pada tahap kedua ini, BPS akan mendetilkan 22 pertanyaan yang telah diajukan pada tahap pertama.

Adapun, pengumpulan data akan dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama akan dilakukan melalui wawancara online pada 15 Februari-31 Mei 2020. Sedangkan wawancara langsung dilakukan pada 1-31 Juli 2020.

Suhariyato berharap agar seluruh pihak dapat mendukung rencana sensus penduduk tahun ini. Sebab, keberhasilan sensus penduduk utamanya dipengaruhi faktor tersebut. "Kita semua harus kolaborasi dan tinggalkan egosektoral," katanya.

(Baca: BPS: 38,84 Juta Orang Sudah Mengisi Sensus Penduduk Online)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait