Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Turun, KSP: Publik Berhak Menilai

Menurut Donny, Jokowi akan tetap bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi
Image title
8 Juni 2020, 12:22
Kepuasan Masyarakat Kinerja Jokowi Turun, KSP: Publik Berhak Menilai.
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Survei kepuasan publik terhadap penanganan Covid-19 menurun tipis.

Survei dari Lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasaan warga terhadap kinerja Presiden Joko Widodo terkait penanganan Covid-19 cenderung menurun. Pihak istana pun menanggapi hasil survei tersebut dan menyebut penilaian ini sebagai hak masyakat. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan, publik berhak menilai kinerja Presiden Jokowi. "Publik berhak menilai dan itu wajar," katanya kepada Katadata, Senin (8/6).

Menurutnya, Jokowi akan tetap bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi. Pemerintah pun menyiapkan manajemen satu data agar data Covid-19 lebih terkini dan akurat.

(Baca: Survei Indikator: Kepuasan Warga Terhadap Kinerja Jokowi Menurun)

Advertisement

Selain itu, pemerintah telah memenuhi target tes massal hingga melebihi 10 ribu tes per hari. Adapun, pelacakan kontak (contact tracing) juga menurutnya sudah dilakukan secara agresif dengan bantuan teknologi informasi.

Ia pun memastikan, instruksi dari presiden wajib dijalankan oleh kementerian teknis. "Tidak boleh ada yang menyimpang dari instruksi tersebut," ujar dia.

Sebelumnya, Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya pada hari Minggu (7/6). Dari hasil pengambilan sampel opini dari responden, kinerja Presiden Joko Widodo menurun tipis pada Mei 2020 dibandingkan Februari 2020.

Survei bertajuk persepsi publik terhadap penanganan Covid-19 digelar pada periode 16-18 Mei 2020 dengan margin of error kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun metode wawancara telepon dengan random sampling kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia.

"Kepuasan terhadap kerja Jokowi sekitar 66.5%. Cenderung menurun tapi tidak signifikan dibanding temuan sebelumnya yaitu 69,5%," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (7/6).

(Baca: Dampak Covid-19: Elektabilitas Anies-Khofifah Turun, Ganjar-RK Naik)

Burhanudin mengatakan, di bulan Mei responden yang menjawab cukup puas sebanyak 52,2%, kurang puas 27,4% dan sangat puas 14,3%. Sedangkan tidak puas sama sekali sebanyak 2,3% dan tidak menjawab 3,8%.

Dibandingkan bulan Februari, responden yang menjawab cukup puas 57,6%, sangat puas 11,9%, kurang puas 26,1%. Lalu yang menjawab tidak puas sama sekali 2% dan tidak menjawab 2,3%.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil survei diketahui tingkat kepercayaan responden terhadap kinerja beberapa institusi negara juga mengalami penurunan. Kepercayaan responden terhadap Presiden turun dari 92,2% menjadi 82,8%, intitusi TNI menurun dari 95,4% menjadi 85,5%, dan Polri turun dari 85,6% menjadi 79,4%.

Seperti diketahui, jumlah penambahan kasus virus corona terus terjadi di Indonesia. Hingga Minggu (7/6), pasien positif Covid-19 bertambah 672 orang per 7 Juni 2020. Total kasus mencapai 31.186 dengan 10.498 pasien dinyatakan sembuh dan 1.851 orang meninggal dunia seperti yang terlihat dalam databoks di bawah ini. 

 

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait