9 Tahun di Indonesia, Lotteria Akhirnya Hengkang dan Tutup Semua Gerai

Penutupan gerai akan dilakukan mulai 29 Juni 2020.
Image title
Oleh Ekarina
20 Juni 2020, 08:58
Logo Lotteria. Waralaba asal Korea Selatan Lotteria menutup permanen gerainya mulai 29 Juni 2020.
Lotteria.id
Logo Lotteria. Waralaba asal Korea Selatan Lotteria menutup permanen gerainya mulai 29 Juni 2020.

Perusahaan waralaba restoran cepat saji Lotteria mengumumkan akan menutup seluruh gerainya di Indonesia. Penutupan gerai akan dilakukan mulai 29 Juni 2020.

Rencana tersebut diketahui dari unggahan manajemen Lotteria melalui akun Instagram resminya.

"Terima kasih atas kepercayaan LOTTERIA selama 9 tahun ini, banyak kenangan manis yang kita lewati bersama. Dengan Berat Hati kami umumkan bahwa semua store Lotteria akan tutup secara pemanen per tanggal 29 Juni 2020," tulis manajemen lewat akun @lotteriaindonesia, Sabtu (20/6).

Lotteria mengimbau bagi pelanggan yang masih memiliki poin untuk segera menggunakan atau menukarkannya dengan menu favorit yang tersedia di gerai cabang.

(Baca: Kontrak Sewa Habis, Lotte Mart Ratu Plaza Akan Tutup 1 Juni 2020)

Postingan yang mencantumkan tagar #lotteriaindonesiasaygoodbye itu pun hingga Sabtu pagi sudah disukai lebih 2.600 pengguna instagram. Beberapa warganet mengungkapkan kesedihan, lantaran restoran yang memiliki menu andalan ayam goreng pedas dan  ala Korea Selatan ini bakal berhenti operasi selamanya di Indonesia.

"Sedih banget padahal aku selalu grabfood lotteria karena sering banget dapet kupon diskon lotteria... padahal tteokbookkinya kesukaan aku banget....," tulis seorang warganet dalam kolom komentar.

Mengutip website resmi perusahaan, Lotteria merupakan core bisnis dari LOTTE GROUP Korea. Lotteria pertama kali beroperasi di Indonesia pada 2011 melalui pembukaan gerai pertama di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hingga kini, perusahaan telah memiliki puluhan gerai yang tersebar di Jabodetabek, Cikarang, Karawang dan Bandung.

Selain di Indonesia, cabang Lotteria juga melebarkan sayap di beberapa negara seperti ekspansi gerai pertama di Vietnam pada 1998, kemudian Tiongkok pada 2008 yang dilanjutkan pada 2013 di Myanmar dan Kamboja pada 2014.

(Baca: Usai Tutup 115 Gerai, KFC Tak Yakin Kinerja Perusahaan Optimal)

Sebelumnya, penutupan gerai walaba restoran cepat saji juga dilakukan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Pemilik waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) mengumumkan menutup sementara 115 gerai akibat pandemi virus corona.

Mengutip keterbukaan informasi, Selasa (19/5), manajemen KFC menyebutkan penutupan 115 gerai dilakukan karena mal atau plaza berhenti beroperasi karena pandemi corona.

"Penutupan mal dan plaza yang kemudian membuat KFC menutup gerainya ini terjadi di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jakarta saja," tulis manajemen KFC dalam keterbukaan informasi.

Meski demikian, perusahaan masih mengoperasikan 618 gerai di seluruh Indonesia. Pasalnya, saat ini KFC mengoperasikan 733 gerai di seluruh Indonesia, sehingga penutupan sementara beberapa gerai ini seharusnya tidak berpengaruh siginifikan terhadap kinerja perusahaan.

(Baca: Jelang Renovasi, McDonald's Sarinah, KFC dan 32 Gerai Lain Resmi Tutup)

Namun, dengan perkiraan jangka waktu selama tiga bulan, manajemen KFC menyebut besaran kontribusi pendapatan dari operasional yang terhenti tersebut mencapai 25-30%. Besaran ini jika dibandingkan dengan total pendapatan konsolidasi tahun lalu.

 

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait