Emil Salim Sebut Wabah Covid-19 "Wake-Up Call" Gangguan Ekosistem

Perubahan iklim juga akan menganggu perekonomian, meski dalam jangka panjang.
Image title
Oleh Ekarina
18 Juni 2020, 17:25
Emil Salim Sebut Wabah Covid-19 "Wake-Up Call" Gangguan Ekosistem.
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj.
Mahasiswa dan anggota komunitas menanam pohon di bekas lahan terbakar. Ekonom Senior mengungkapkan pandemi corona bisa dianggap sebagai alarm akan gangguan ekoistem.

Pandemi virus corona di Indonesia terus mencatat penambahan kasus baru hingga saat ini. Ekonom Senior yang juga Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan ini menilai, munculnya wabah itu tersebut sebagai alarm atau wake up call terganggunya ekosistem.

"Tidak disadari Covid-19 sebagai wake up call kontak alam-manusia, adanya gangguan sub ekosistem yang memicu wabah ini hingga sulit dikendalikan dan belum ada obatnya," kata dia dalam webinar Pembangunan Berkelanjutan: Menuju Indonesia Tinggal Landas 2045, Kamis (18/6).

(Baca: Emil Salim Risaukan Pembangunan Ekonomi yang Abaikan Lingkungan)

Dia pun menyayangkan pola pikir pemerintah ataupun dewan perwakilan rakyat (DPR) yang menganggap wabah ini seolah-olah akan selesai ketika masuk fase dalam fase normal baru (new normal). 

Advertisement

Padahal, Covid sudah jelas berdampak menganggu ekonomi. Demikian pula halnya dengan perubahan iklim yang akan menganggu perekonomian, meski dalam jangka panjang.

Oleh karena itu menghadapi situasi saat ini seharusnya bisa diantisipas sejak jauh hari. Diperlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.

"Harus ditemukan cara-cara baru dan ada yang mengingatkan apa kekurangan cara kita membangun dan perlu diperbaiki," katanya. 

Jumlah kasus baru virus corona di Indonesia kembali mencetak rekor pada Kamis (18/6). Pemerintah melaporkan, terjadi kenaikan 1.331 pasien hari ini sehingga total 42.762 orang di RI positif terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, Rektor Institur Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan, pemerintah saat ini dituntut melakukan pembangunan yang lebih berkelanjutan, kendati memang masih menghadapi kendala.

(Baca: Rekor Lonjakan 1.331 Kasus, 42.762 Orang di RI Positif Terkena Corona)

Menurutnya, krisis lingkungan memiliki dampak kongkrit dari aspek sumber daya alam, khususnya ketahanan pangan. "Terjadi food lost and food waste," ujar Arif.

Dia pun menambahkan, persoalan krisis lingkungan juga terjadi akibat krisis tata kelola. Kegagalan pemerintah mengatur para aktor yang berkpentingan terhadap sumber daya alam, sehingga aspek lingkungan tidak diperhatikan.

"Solusinya, bagaimana rasionalitas ekonomi diintegraikan dengan rasionalitas ekologi," katanya.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait