Harga Minyak Anjlok, Jelang Pertemuan OPEC soal Pemangkasan Produksi

Sejumlah produsen akan meninjau ulang harga minyak menjelang pertemuan OPEC+ Rabu lusa.
Image title
13 Juli 2020, 09:37
Harga Minyak Anjlok, Jelang Pertemuan OPEC soal Pemangkasan Produksi.
KATADATA
Ilustrasi kilang minyak. Harga minyak kembali tergelincir jelang pertemuan OPEC+ Rabu pekan ini.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Harga minyak mentah dunia anjlok menjelang pertemuan Organisasi negara pengekspor minyak atau OPEC+. Kelompok tersebut bakal bertemu pekan ini guna membahas wacana pembatasan produksi dan kembali meningkatkan harga minyak di tengah pandemi corona. 

Mengutip Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman September 2020 turun 0,65% menjadi US$ 42,96 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 turun 0,69 menjadi US$ 40,27 per barel.

Harga minyak jenis WTI telah turun 2,17%  ke level US$ 40 per barel setelah pada perdagangan Jumat lalu tertekan lonjakan kasus Covid-19 global. 

(Baca: Harga Minyak Stabil di Kisaran US$ 40 Meski Kasus Covid-19 Melonjak)

Sejumlah produsen akan meninjau ulang harga minyak menjelang pertemuan OPEC+ Rabu lusa untuk membahas kesepakatan pemangkasan produksi. Pasalnya, peningkatan pasokan terus terjadi seiring dengan menurunnya prospek permintaan minyak mentah dunia akibat Covid-19. 

Amerika Seriktat (AS) tengah berjuang untuk mengendalikan wabah, salah satunya dengan menerapkan pembatasan kembali di beberapa negara bagian. Demikian pula Australia yang kembali menerapkan kebijakan lockdown ketika pandemi virus corona mulai muncul kembali di sana.

Kesepakatan pemangkasan pasokan dalam pertemuan OPEC + dinilai berperan penting dalam mendorong pemulihan harga minyak setelah sempat mencapai titik terendahnya pada April lalu di level US$ 20 per barel. Alhasil, produsen pun menghadapi tantangan bagaimana mempertahankan keuntungannya saat ini setelah mengalami kejatuhan cukup drastis peridoe sebelumnya. 

Badan Energi Internasional dalam sebuah laporan pada Jumat mengatakan permintaan bahan bakar akan meningkat tajam selama tiga bulan ke depan seiring keberlanjutan aktivitas ekonomi. Meski demikian, pandemi virus corona masih menimbulkan kekhawatiran prospek permintaan minyak ke depan.

(Baca: Harga Minyak Brent Turun hingga 2,17% Imbas Lonjakan Kasus Covid-19)

Komite Pemantau Gabungan yang mengkaji kemajuan OPEC + akan mempertimbangkan menjaga 9,6 juta barel produksi harian dari pasar dalam sebulan ke depan atau mengurangi pasokan hingga 7,7 juta barel seperti rencana semula. Adapun para anggota tampaknya lebih condong ke pilihan terakhir.

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait