Lima Strategi Ridwan Kamil Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jabar

Menurut Emil, Pemprov Jawa Barat selalu transparan menyampaikan informasi virus corona kepada masyarakat.
Dimas Jarot Bayu
16 Juli 2020, 12:30
Ridwan Kamil Ungkap 5 Strategi Jabar Kendalikan Penyebaran Covid-19.
Katadata
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan lima strategi Jawa Barat mengendalikan laju penyebaran virus corona.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim wilayahnya sudah mampu mengendalikan pandemi virus corona saat ini. Hal tersebut terlihat dari tingkat keterpaparan corona di Jawa Barat yang hanya sebesar 4,23%.

"Menurut WHO kalau dari 100% testing swab PCR di bawah 5% selama tiga minggu itu juga masuk kategori terkendali dan kita sudah ada di sana," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil dalam webinar Katadata - DBS Asian Insights bertajuk Navigating A Brave New World, Kamis (16/7).

Emil mengungkapkan ada  lima strategi yang dilakukan Pemprov Jawa Barat dalam mengendalikan corona. Pertama, Pemprov Jawa Barat selalu berperan pro-aktif dalam upaya mengendalikan corona.

(Baca: Ridwan Kamil Wajibkan Warga Sekitar Secapa TNI AD Bandung Tes Corona)

Advertisement

Pemprov Jawa Barat juga harus cepat mengambil keputusan dalam berbagai situasi. "Tidak selalu menunggu. Di mana ada keputusan yang harus diambil di momen urgent, kita lakukan," kata Emil.

Meski demikian, keputusan itu dilakukan berdasarkan kajian ilmiah. Menurut Emil, Pemprov Jawa Barat memiliki penasihat di bidang epidemiologi dan ekonomi yang mengiringi pengambilan keputusan.

Ketiga, Pemprov Jawa Barat selalu transparan menyampaikan informasi kepada masyarakat. "Berita baik disampaikan baik, berita buruk disampaikan buruk, dan kita kencangkan ikat pinggang kita untuk hadapi apapun yang terburuk dalam situasi pandemi ini," katanya. 

Menurut dia, pemerintahan daerahnya juga kerap berkolaborasi dalam menghadapi pandemi corona. Dia mencatat ada lebih dari 300 pihak yang ikut membantu Pemprov Jawa Barat dalam hadapi krisis saat ini.

Dari 300 pihak tersebut, ada 13 negara yang ikut mendukung upaya penanganan corona di Bumi Pasundan. "Serta ada puluhan individu dan perusahaan sampai jumlah totalnya ada 300," kata dia.

(Baca: Ridwan Kamil Akui Sulit Kontrol Lembaga Pendidikan Berbasis Asrama)

Terakhir, Pemprov Jawa Barat selalu berupaya berinovasi dalam penanganan corona. Sebagai rumah dari 60% industri di Indonesia, Pemprov Jawa Barat berupaya untuk bisa memproduksi alat tes PCR, rapid test, ventilator, masker, hingga alat pelindung diri (APD) secara mandiri.

Alhasil, wilayahnya tak kekurangan perlengkapan untuk penanganan corona. "Bahkan bisa membantu provinsi dan negara lain," katanya.

Untuk diketahui, jumlah kasus corona RI yang dilaporkan pemerintah pada Rabu (15/7) bertambah 1.522 menjadi 80.094 orang. Angka pasien baru ini didapatkan dari pemeriksaan 24.871 spesimen oleh jejaring laboratorium di Indonesia.

Provinsi Jawa Tengah menyumbang kasus baru terbanyak yakni 261 orang. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan 260 tambahan pasien. Di peringkat ketiga ada Jawa Timur yang melaporkan kenaikan 165 kasus. Berikutnya ada Sulawesi Selatan dengan penambahan 158 kasus baru infeksi covid-19.

“Kalimantan Selatan sebanyak 109 kasus,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, kemarin Rabu (15/7).

(Baca: Data Kasus Corona di Indonesia per 15 Juli 2020)

Sementara itu, angka kesembuhan pasien corona bertambah 1.414 menjadi 39.050 orang. Adapun jumlah kematian pasien Covid-19 meningkat 87 sehingga 3.707 meninggal usai terkena penyakit tersebut.

“Pemantauan terhadap suspect saat ini sebanyak 47.859 orang,” katanya.

Dia menjelaskan gambaran ini menunjukkan penularan corona masih saja terjadi di tengah masyarakat. Maka dari itu, warga diminta terus memperhatikan dan patuh protokol kesehatan terutama di lingkungan kerja.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait