Malaysia Buka Wisata Kesehatan bagi Negara Zona Hijau, RI Tak Termasuk

Pelancong kesehatan akan diwajibkan menjalani tes Covid-19 sebelum berangkat dan tiba di Malaysia.
Image title
Oleh Ekarina
22 Juli 2020, 16:14
Malaysia Buka Wisata Kesehatan bagi Negara Zona Hijau, RI Tak Termasuk.
ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.
Sejumlah pemudik Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia tiba di kedatangan Internasional Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2020). Malaysia kembali membuka wisata medis bagi negra zona hijau, namun Indonesia tak termasuk di dalamnya.

Pemerintah Malaysia kembali mengizinkan wisatawan kesehatan (medical tourism) dari pengunjung negara kategori hijau Covid-19 untuk melakukan perawatan. Namun, dari sejumlah negara zona hijau yang masuk daftar, Indonesia tidak termasuk salah satu di dalamnya. 

Menteri Senior (Kluster Keamanan), Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob dalam jumpa pers menyatakan, sejumlah negara yang masuk dalam zona hijau diizinkan kembali datang untuk melakukan pengobatan di Negeri Jiran. Negara tersebut antara lain adalah Brunei, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Australia dan Selandia Baru.

Meski demikian, pemberian izin menurutnya masih tergantung kepada pembahasan dengan Kementerian Luar Negeri bersama negara terkait.

"Mereka yang dibolehkan masuk ke Malaysia menggunakan pesawat komersial bagi yang ingin mendapatkan perawatan di negara ini," katanya.

Advertisement

Adapun pelancong kesehatan akan diwajibkan menjalani tes Covid-19 sebelum berangkat dan tiba di Malaysia. 

"Pasien akan dijemput di pintu masuk bandara lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," ujarnya. 

Pada kesempatan terpisah Head Marketing Institut Jantung Negara (IJN) Akim Affandi Ahmad  mengungkapkan, pasien dari Indonesia tetap kaan diterima bila ingin melakukan perawatan di fasilitas kesehatan di sana. Namun, hanya untuk pasien darurat.

"Kami menerima pasien hanya kasus darurat (medical evacuation) dan dari pesawat charter saja. Ini mengikuti aturan yang dibuat oleh pemerintah," katanya.

Dia mengatakan semua pasien dan pasangan harus di isolasi di rumah sakit selama 14 hari dan sebelum berangkat dan disertai dengan sertifikat bebas Covid-19. Adapun setelah sampai di rumah sakit, pasien harus menjalani tes sekali lagi.

Hingga saat ini, IJN telah menangani banyak  pasien dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Seperti diketahui, jumlah kasus corona di Indonesia terus meningkat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga rabu (22/7) telah mencapai 91.751 kasus. Adapun 50.255 orang berhasil sembuh dan 4.459 orang meninggal dunia. 

Angka kasus tersebut masih menempatkan Indonesia di atas Tiongkok yang saat ini memiliki 83.707 kasus, Singapura 48.744 kasus, Brunei 141 kasus dan Malaysia dengan 8.831 kasus. 

 

Reporter: Antara 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait