Genjot Transportasi, Kemenhub Dorong Perjalanan Dinas ke Objek Wisata

Kemenhub tengah menyusun pemberian subsidi sektor transportasi guna meningkatkan output sektor tersebut.
Rizky Alika
22 Juli 2020, 21:36
Genjot Transportasi, Kemenhub Dorong Perjalanan Dinas ke Objek Wisata.
ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Sejumlah armada pesawat AirAsia terparkir di Apron Terminal 1D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (5/5/2020). Kemenhub menggodok sejumlah kebijakan untuk menggeliatkan sektor transportasi.

Transportasi menjadi salah satu sektor yang terpukul cukup parah akibat pandemi corona. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menggodok berbagai kebijakan untuk mendorong pemulihan permintaan sektor transportasi, salah satunya dengan mendukung perjalanan dinas lingkup kementerian ke objek wisata.

"Perjalanan dinas kami dorong, kalau bisa di bulan ini terus meningkat. Mereka dipersilakan kunjungi objek wisata di luar Bali," kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Wihana Kirana Jaya dalam webinar Transportasi Publik dan Geliat Ekonomi Pada Masa Pandemi, Rabu (22/7).

Menurutnya, perjalanan ke objek wisata dapat mendorong pembelanjaan uang (spending money) dan menicptakan efek berganda (multplier effect) masyarakat.

Pihaknya juga tengah menyusun pemberian subsidi sektor transportasi guna meningkatkan output sektor tersebut. Adapun subsidi ini ditujukan untuk korporasi, operator, atau kepada masyarakat.

Advertisement

Di sisi lain, Kemenhub bersama Kementerian Keuangan tengah melihat potensi pemberian stimulus melalui pajak atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun, kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk memulihkan sektor transportasi yang mengalami tekanan di masa Pandemi Covid-19.

“Kami terus mencari rumusan kebijakan yang pas yang memperhatikan keseimbangan antara konsumen dan perusahaan transportasi," ujar dia.

Konsumen dipastikan dapat bertransportasi dengan aman dan sehat. Sementara perusahaan transportasi dapat tetap bertahan dan beroperasi di masa pandemi dengan penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, sektor perhubungan udara secara global sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Jumlah penumpang pesawat mislanya yang menurun tajam sejak triwulan pertama 2020. Kemudian pada Juli 2020, performa pada sektor udara mulai meningkat dengan peningkatan pergerakan pesawat 42%.

Kondisi sebaliknya terjadi di transportasi perkotaan seperti kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Ia menyebutkan, minat penumpang tetap tinggi walaupun pengendalian transportasi sudah dilakukan.

Oleh seban itu, dia menekankan Kemenhub melakukan pengendalian transportasi dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan. Di satu sisi, dia berharap industri transportasi dapat kembali pulih.

“Upaya ini perlu kolaborasi yang baik antara kementerian/lembaga, pemda, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” ujar Budi.

 

Penulis/Reporter: Rizky Alika 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait