Jokowi Sebut Pilih Pakai Masker Ketimbang PSBB atau Lockdown

Jokowi meminta imbauan pemakaian masker bisa terus disosialisasikan secara masif hingga dua pekan ke depan.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
11 Agustus 2020, 13:59
Jokowi Sebut Pilih Pakai Masker Ketimbang PSBB atau Lockdown.
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah, khususnya di Jawa Barat mendorong penggunaan masker di tengah masyarakat. Penggunaan masker dinilai penting untuk mencegah penyebaran virus corona.

Selain itu, presiden mengatakan, penggunaan masker oleh masyarakat lebih baik ketimbang pemerintah menetapkan karantina wilayah (lockdown) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Pilih lockdown atau pilih masker, pilih PSBB atau pilih masker, kita pilih pakai masker," kata Jokowi di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum patuh dalam menggunakan masker. Ia pun mengutip sebuah survei yang menyatakan ada 70% masyarakat di Jawa Timur belum memakai masker saat pandemi corona.

Karenanya, Jokowi meminta imbauan pemakaian masker bisa terus disosialisasikan secara masif hingga dua pekan ke depan. Hal tersebut, perlu didukung oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerah, TNI, dan Polri.

"Betul-betul urusan masker ini kita kerjakan secara all out dan masif," kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga megingatkan pentingnya strategi intervensi berbasis lokal untuk mengendalikan corona. Pasalnya, PSBB berskala desa atau kampung akan lebih memudahkan pengendalian wabah corona.

Selain itu, strategi tersebut tidak akan mengganggu wilayah besar lainnya. "Di sisi lain, ekonomi kita tidak terganggu banyak," kata dia.

Kepala Negara juga mengingatkan agar pembukaan aktivitas ekonomi di suatu wilayah tidak dilakukan secara langsung dan tiba-tiba. Perlu tahap prakondisi yang harus dilakui sebelum pembukaan aktivitas ekonomi di suatu wilayah.

Oleh karena itu, dia meminta agar waktu pembukaan aktivitas ekonomi di suatu wilayah bisa dipertimbangkan secara matang. "Jangan sampai dengan kita menyampaikan masuk ke new normal dianggap kita sudah enggak ada masalah. Ini yang harus diingatkan kepada masyarakat," kata dia.

Pemerintah daerah bisa melihat kembali prioritas sektor-sektor yang akan dibuka kembali. Menurut Jokowi, sektor yang memiliki risiko corona rendah perlu didahulukan.

Sebaliknya, dia meminta pembukaan sektor dengan risiko corona yang tinggi ditunda. "Tolong direm untuk diberikan belakangan saja," katanya.

Jumlah kasus Covid-19 di Jawa Barat mengalami peningkatan hingga 50,6% dalam sepekan terakhir. Peningkatan kasus corona di Jawa Barat paling tinggi berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kota Sukabumi.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah sebelumnya mengatakan, kasus corona di Kota Bandung naik dari 55 orang menjadi 155 orang atau sebesar 287,5% dalam sepekan terakhir. Di Kabupaten Bandung, kasus corona naik dari 45 orang menjadi 119 orang atau sebesar 164,4%.

Peningkatan jumlah kasus corona di Jawa Barat dalam sepekan terakhir dapat terjadi karena memang laju penularannya sedang tinggi. Ada pula kemungkinan muncul klaster corona baru di Jawa Barat.

Peningkatan jumlah kasus corona di Jawa Barat juga bisa terjadi karena kapasitas tes semakin besar. "Saat ini memang kondisinya jumlah kasus yang bertambah, selain karena jumlah pemeriksaan yang bertambah, juga laju penularannya meningkat lebih tinggi," kata Dewi.

Selain peningkatan jumlah kasus positif, angka kematian akibat corona di Jawa Barat meningkat dalam sepekan terakhir. Sejak 3-9 Agustus 2020, ada 17 orang yang meninggal dunia akibat corona di Jawa Barat.

Walau demikian, tingkat kematian akibat corona di Jawa Barat hanya sebesar 3,01%. Angka ini masih di bawah rata-rata tingkat kematian akibat corona secara nasional.

Selain Jawa Barat, peningkatan penyebaran Covid-19 juga terjadi di DKI Jakarta. Berdasarkan data Bonza pada Senin (10/8), angka reproduksi efektif (Rt) virus corona DKI Jakarta berada di atas 1 dalam sepekan terakhir. Ini menunjukkan masih ada peningkatan kasus Covid-19 di wilayah ibu kota.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait