KKP Seleksi 800 UMKM dalam Program Pasar Laut

Program ini nantinya memungkinkan produk laut milik UMKM dipasarkan secara online.
Image title
19 Agustus 2020, 15:06
KKP Seleksi 800 UMKM dalam Program Pasar Laut.
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp.
Nelayan menyiapkan ikan untuk dilelang di tempat pelelangan ikan (TPI) Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2020). KKP meluncurkan pasa laut Indonesia, platform online yang memungkinkan UMKM berjualan produk kelautan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyeleksi 800 Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM untuk mengikuti program Pasar Laut Indonesia.  Program ini nantinya memungkinkan produk laut milik UMKM dipasarkan secara online. 

Kendati telah menjaring 800 UMKM, jumlah tersebut masih di bawah target yang ditetapkan sebanyak 2.000 unit usaha. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, jumlah tersebut meningkat drastis dari yang awalnya hanya diminati 60 UMKM menjadi 800 unit usaha.

Hingga saat pun proses seleksi terus dilakukan. "Kami kerja keras tak hanya memberikan jalan saja kepada UMKM, ternyata yang muncul banyak sekali," kata Edhy dalam kegiatan peluncuran Pasar Laut Indonesia secara daring di Jakarta, Rabu (19/8).

Menurut dia, upaya mendekatakan pelaku UMKM yang bergerak di sektor perikanan dengan konsumen melalui layanan digital ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Upaya tersebut juga sebagai bagian dari terobosan KKP dalam menangani pandemi virus corona di sektor ekonomi kelautan dan perikanan.

Dengan melimpahnya potensi laut yang dimiliki, Edhy optimistis ekonomi kelautan dan perikanan akan segera kembali bergeliat setalah terpukul wabah. "Bukti-bukti terlihat di depan mata, selama pandemi corona ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat (AS) meningkat," kata dia.

Lebih lanjut, Edhy menjelaskan selama masa pendemi corona merebak harga komoditas perikanan laut pun kian membaik. Salah satunya udang yang sebelumnya turun Rp 40.000 per kilogram (kg), berangsur naik menjadi Rp 50.000 dengan ukuran 100 ekor per kg.

"Ini artinya orang butuh udang dan Indonesia tidak menghentikan sedikitpun produksi selama pandemi," ujarnya. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penurunan daya beli masyarakat imbas merebaknya wabah menurunkan penjualan produk UMKM di sektor kelautan dan perikanan.

Oleh karena itu, diperlukan intervensi pemerintah dalam menggeliatkan kembali ekonomi kerakyatan melalui penggunaan platform digital.

Peluncuran program Pasar Laut Indonesia pun dinilai dapat meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan. "Sehingga masyarakat bisa semakin bangga serta mencintai produk kelautan dan perikanan dari hasil karya anak bangsa," kata dia.

 

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo menjelaskan, penjaringan UMKM tersebut dilakukan melalui pembagian tiga katagori yakni usaha binaan, bagus dan unggulan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses seleksi bagi UMKM selanjutan yang akan masuk program ini.

Nantinya, melalui program tersebut juga akan bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal. "Taget kami ada 2.000 UMKM untuk dipromosikan sebagai bagaian dari program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia," kata dia.

KKP sebelumnya menjelaskan, potensi kelautan Indonesia dengan dengan panjang garis pantai mencapai 99.093 kilometer. Meski demikian, pemanfaatan sumber daya kelautan untuk perekonomian masih kecil yakni kurang dari 10%. Hal ini disebabkan masih sedikitnya minat masyarakat yang menggeluti sektor ekonomi tersebut.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait