Jokowi Soroti Lemahnya Sosialisasi Penggunaan Masker

Jokowi telah meminta sosialisasi penggunaan masker tersebut digencarkan sejak 3 Agustus 2020.
Dimas Jarot Bayu
24 Agustus 2020, 12:54
Jokowi Soroti Lemahnya Sosialisasi Penggunaan Masker.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/aww.
Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat memimpin upacara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Presiden Jokowi soroti lemahnya sosialisasi penggunaan masker.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan minimnya sosialisasi pengunaan masker di masyarakat untuk pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia. Padahal, Jokowi telah meminta sosialisasi tersebut digencarkan sejak 3 Agustus 2020.

Perintah sosialisasi penggunaan masker juga kembali dia tekankan ketika kunjungan kerjanya ke Jawa Barat pada 11 Agustus 2020. "Saya melihat urusan promosi untuk pemakaian masker ini belum kelihatan setelah habis rapat itu, baik di media, baik di lapangan dengan membagi masker," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8).

Menurut dia, penggunaan masker merupakan kunci utama upaya pengendalian virus corona. Apalagi, belum ada pihak yang berhasil menemukan vaksin corona hingga saat ini.

Selain itu, penggunaan masker oleh masyarakat secara disiplin akan membangkitkan kepercayaan dari dunia usaha dan pasar. Karenanya, dia memerintahkan sosialisasi penggunaan masker bisa segera dilaksanakan dan dipercepat, baik yang berkaitan dengan ajakan untuk memakai maupun pembagian masker.

Lebih lanjut, dia meminta para menteri bisa memperbaiki komunikasinya kepada publik. Pasalnya, pernyataan para menteri kerap kali tidak jelas dan tegas.

Kondisi tersebut menyebabkan nada atau persepsi pemberitaan tentang penanganan corona dari media massa, khususnya asing, menjadi buruk. Padahal, Jokowi mengklaim upaya penanganan corona di Indonesia sudah berada di jalur yang benar.

"Karena komunikasi kita yang tidak firm, tidak gamblang, tidak jelas, sehingga yang mereka tulis itu sering hal-hal yang tidak baik," ujarnya. 

Kepala Negara pun akhirnya meminta para menteri berkoordinasi terlebih dulu kepada juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sebelum menyampaikan pernyataan kepada publik. Hal ini guna menghindari para menteri berbeda komentar dalam menyikapi suatu hal.

"Kita harapkan dengan perbaikan komunikasi yang baik tadi, confident market, keperceyaan diri dunia usaha itu betul-betul bisa kita berikan," katanya. 

Seperti diketahui, penyebaran Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi dengan  tambahan ribuan kasus baru setiap harinya. Berdasarkan data pemerintah, pada Minggu (23/8) ada 2.032 kasus baru di Indonesia. 

Dengan demikian, hingga kini kasus positif corona di Indonesia telah mencapai 153.535 dengan, yang mana 107.500 pasien sembuh dan 39.355 pasien dalam perawatan. Adapun  6.680 pasien meninggal dunia. 

Sedangkan  di seluruh dunia, total kasus positif Covid-19 sebanyak 23,6 juta kasus hingga Senin (24/8) pagi. Amerika Serikat masih memiliki jumlah paling banyak, yakni 5,9 juta kasus. Brasil dan India menyusul di posisi berikutnya dengan kisaran tiga juta kasus. Detailnya bisa dilihat dalam databoks berikut:

Advertisement

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait