Strategi Pertamina dan Alfamart Merajai Bisnis Minimarket di SPBU

Pada tahap awal, pengembangan Bright Store oleh Alfamart dan Alfamidi akan dilakukan di 40 gerai di luar Jawa.
Image title
Oleh Ekarina
10 September 2020, 17:00
Alfamart, Pertamina, Bisnis, Retail, SPBU
ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Siswa magang beraktivitas di laboratorium bisnis ritel Alfamart . Alfamart bekerja sama dengan Pertamina mengembangkan Bright Store di seluruh gerai perseroan di luar Jawa.

Pertamina bekerja sama dengan Alfamart mengembangkan retail minimarket Bright Store di stasiun pengisian bahan bakar umum  (SPBU) di luar Pulau Jawa. Strategi ini diharapkan bisa meningkatkan bisnis Non Fuel Retail (NFR) Pertamina maupun ekspansi toko Alfamart.

Perubahan karakter konsumen di era milenial saat ini membawa peluang bisnis bagi segmen NFR Pertamina. Salah satunya pada bisnis gerai retail minimarket. Banyak dari pengunjung yang datang ke SPBU tak sekadar mengisi bahan bakar, tapi juga singgah untuk beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanan. 

Potensi bisnis itu bisa dimanfaatkan melalui ekosistem SPBU Pertamina yang saat ini sudah mencapai lebih dari 7.000 unit dengan trafik pengunjung  yang tinggi.

"Hingga saat ini, Pertamina telah memiliki Bright Store di 195 lokasi. Gerai ini diharapkan dapat menjadi bagian channel SPBU di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumen," kata Direktur Logistik dan Infrastrukur PT Pertamina (Persero), Mulyono dalam keterangannya dikutip Kamis (9/10).

Agar segmen NFR bisa lebih berkembang, menurutnya diperlukan kolaborasi dengan perusahaan mini market yang memiliki jaringan sangat luas.

Alhasil, dibentuklah kerja sama Pertamina bersama Alfamart dalam mengembangkan bisnis minimarket Bright Store. Mekanisme kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk co-branding Bright Store by Alfamart/Alfamidi.

Kerja sama ini juga diperkuat dengan ditekennya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara kedua perusahaan. 

“Saat ini sudah ada 200 toko Alfamart di area SPBU Pertamina. Ke depan gerai ini akan berubah menjadi Bright by Alfamart/Alfamidi dan berlaku seluruh SPBU baik COCO (milik Pertamina) maupun DODO (Milik Swasta),” ujarnya.

Direktur Corporate Affairs Alfamart, Solihin menambahkan, kerja sama ini mencakup promosi, operasional hingga konsep gerai yang akan ditangani langsung oleh Alfamart.

"Jika sebelumnya Bright dipasok sendiri oleh Pertamina, nantinya operasional dilakukan oleh Alfamart, baik untuk pengadaan barang maupun manajemennya," kata Solihin kepada Katadata.co.id, Kamis (10/9).

Pada tahap awal, pengembangan Bright Store by Alfamart/Alfamidi akan dilakukan di 40 gerai di luar Jawa dan ditingkatkan secara bertahap. Sedangkan untuk SPBU swasta,  perusahaan akan memberlakukan kebijakan khusus berupa franchise fee.

Adanya kerja sama ini juga diharapka akan menunjang masuknya lebih banyak produk UMKM dan label privat Pertamina, sharing investasi hingga membantu ekspansi gerai Alfamart. 

Dengan jaringan SPBU Pertamina ditambah kemampuan operasional Alfamart di Indonesia, diharapkan kerja sama ini akan bermanfaat bagi kedua perusahaan.

Sepanjang semester I 2020, Alfamart membukukan pendapatan Rp 38 triliun, naik 5,5% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 36 triliun. Perusahaan juga masih mencatat laba bersih Rp 507 miliar, tumbuh 23% dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp 411 milar ditopang oleh efisiensi dan kenaikan pendapatan keuangan.

Strategi meningkatkan trafik pengunjung dan transaksi penjualan sebelumnya dilakukan pesaing Alfamart, yakni Indomaret. Melalui layanan Indomaret drive-thru, layanan ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepraktisan pelanggan yang terkadang membutuhkan transaksi cepat ketika membeli beberapa item produk.

"Khususnya makanan dan minuman siap saji plus beberapa item grocery," kata Direktur Marketing Indomaret Wiwiek Yusuf  kepada Katadata.co.id, Rabu (10/6).

Hingga saat ini, layanan tersebut baru tersedia di dua tempat, yakni Jakarta Barat dan Surabaya. Gerai pertama di Jakarta telah diluncurkan pada September tahun lalu. 

Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan penerapan physical distancing sekarang, layanan tersebut menurutnya diperlukan lantaran mampu meminimalisir kontak dengan pengunjung lain.

Perusahaan sedang mempertimbangkan menambah layanan sejenis di gerai lain di lokasi ramai pengunjung. "Sedang kami evaluasi beberapa tempat," katanya.

Adapun layanan tersebut tak membutuhkan investasi khsusus. Hanya perlu penempatan ulang perangkat kasir dan tempat pengambilan (pick-up).

 

 

Strategi Co-Branding 

Pakar pemasaran Inventure Consulting, Yuswohady mengatakan, sinergi kedua perusahaan yang masing-masing memiliki kekuatan pada brand dan jaringannya bisa menguntungkan. 

Brights Stores bisa menjadi lebih berkembang bila ditangani pemain lama yang berpengalaman di bidangnya. Alfamart bisa mengisi kompetensi bisnis retail groceries (bahan pokok) yang tidak dimiliki Pertamina. 

Misalnya, terkait menajemen toko. Peretail ini dinilai lebih berpengalaman dalam mengidentifikasi produk, penempatan barang ditambah brand kuat sehingga konsumen akan familiar dengan gerai Bright Store nantinya. 

Sebaliknya, Pertamina memiliki banyak SPBU, lokasi strategis dan mampu mendatangkan pengunjung  yang bisa menguntungkan gerai yang dioperasikan Alfamart. 

"Sehingga akan terjadi cross selling yang menguntungkan ketimbang mengembangkan dengan brand Pertamina sendiri," katanya kepada katadata.co.id.

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait