Strategi Artotel dan Pengelola Hotel Mengerek Okupansi saat Pandemi

Artotel Grup bekerja sama dengan startup telemedicine Halodoc, akan memperketat penerapan protokol kesehatan.
Image title
Oleh Ekarina
17 September 2020, 07:00
Artotel group, Halodoc, Perhotelan, Okupansi, Pariwisata, Kesehatan, Startup, Bisnis, Pandemi Corona, Covid-19.
Artotel Group / Youtube
Ilustrasi Hotel Artotel. Perusahaan jaringan hotel Artotel Grup bekerja sama dengan Halodoc tingka edukasi staf protokol kesehatan.

Menurunnya kunjungan tamu selama pandemi Covid-19 membuat perusahaan perhotelan berlomba-lomba meningkatkan pelayanan sesuai standar protokol kesehatan. Ini bertujuan agar tamu merasa nyaman dan tak ragu menginap di hotel saat pandemi corona. 

Artotel Grup bekerja sama dengan startup telemedicine Halodoc, akan memperketat penerapan protokol kesehatan guna meningkatkan kenyamanan tamu.

Chief Operational Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego mengaku optimistis bisnisnya tetap berjalan di masa adaptasi kebiasaan baru dengan penerapan prosedur kesehatan. Kesehatan disadari menjadi barang mewah baru bagi masyarakat saat ini.

Melalui kerja sama dengan Halodoc, staf Artotel akan mendapatkan pelatihan dalam meningkatkan standar kebersihan dan akan diimplementasikan di seluruh jaringan hotel. 

Seperti penyemprotan desinfektan setelah tamu checkout, prosedur laundry ketat misalnya dengan air panas atau alat steamer yang mampu mengangkat bakteri yang melekat.

Pembersihan desinfektektan bakal ditingkatkan dan dilakukan teratur, khususnya semua area yang banyak disentuh.

"Karyawan diharapkan lebih  well educated menaikkan standar hygiene, sanitation, bantu dengan orang yang capable ," ujarnya dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (16/9).

Sementara itu, General Manager Artotel Hotel Thamrin Jakarta, Dicky Panjaitan mengatakan, manajemen hotel akan semakin meningkatkan standar kebersihan kamar selama pandemi.

"Dari tamu masuk sediakan hand washer, pakai aplikasi tracing, cek suhu. Selain pelatihan, para karyawan akan rutin menjalankan rapid test setiap bulan," katanya. 

Selain memberikan penyuluhan protokol Covid-19, booth Halodoc akan tersedia di hotel Artotel. Kemudian, bagi tamu yang ingin berkonsultasi bakal diberikan voucher aplikasi senilai Rp 25 ribu.

Para tamu juga akan diberikan edukasi kesehatan dalam desain kreatif melalui media stiker di lift atau beberapa area, seperti kewajiban memakai masker. 

"Hal kecil tapi dampaknya akan sangat membantu untuk mengingatkan. Apabila dibutuhkan tenaga kesehatan online bisa dichat. Kampanye penting, semangat bukan semata bisnis tapi edukasi dengan kebiasaan baru," kata Dicky. 

halodoc
Aplikasi Halodoc (Katadata)

 

Chief Marketing Officer (CMO) Halodoc,  Dionisius Nathaniel, mengatakan butuh semua stakeholder dalam mendisiplinkan protokol kesehatan.

"Kerja sama ini selain agar hotel nyaman, juga aman dan sehat. Staf harus dipastikan menjalankan protokol kesehatan ketat dan mengedukasi customer dengan berbagai materi yang telah disiapkan," katanya. 

Dia berharap, upaya ini bisa berdampak besar terhadap pengendalian laju penyakit. Dia pun mengingatkan masyarakat tak lengkah terhadap penyebaran virus yang dapat menyebabkan pandemi berlangsung lebih lama.

Persiapan Startup Akomodasi Hotel

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat, tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang di Indonesia naik 8,37 poin menjadi 28,07% pada Juli 2020. 

Kondisi ini membuat startup jaringan hotel seperti OYO dan RedDoorz menyiapkan fitur khusus untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan saat pandemi corona.

OYO meluncurkan fitur check-in tanpa sentuhan. Pengguna atau tamu dapat melakukan check-in tanpa harus berinteraksi langsung dengan staf hotel. Country Head OYO Hotels & Homes Indonesia Eko Bramantyo mengatakan, fitur tersebut bertujuan memberi rasa aman kepada para tamu yang menginap di tengah pandemi Covid-19.

Harapannya, permintaan pemesanan dan okupansi hotel OYO pun terus meningkat. "Dalam proses pemulihan di industri ini, menjaga kepercayaan dan keamanan para tamu menjadi kunci," kata Eko dikutip dari siaran pers, Senin (7/9).

Tamu akan menerima tautan melalui SMS, WhatsApp, atau banner contactless check-in di dalam aplikasi OYO saat memesan kamar hotel. Untuk proses verifikasi, tamu cukup mengisi ID pemesanan, tanggal check-in, data diri setiap tamu yang datang, serta foto KTP.

Setelah itu, tamu dapat mencari tanda 'Online Check-in' pada pemesanan. Ketika sampai di hotel, tamu dapat menunjukkan ID fisik mereka untuk diverifikasi secara digital melalui aplikasi oleh petugas resepsionis. Fitur itu merupakan tindak lanjut dari inisiatif perusahaan yakni Sanitized Stay. 

"Seiring dengan meningkatnya permintaan, OYO terus berupaya memastikan bahwa kami bersama mitra hotel menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan secara ketat di setiap properti," ujarnya.

Startup hotel lainnya, RedDoorz bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) meluncurkan program sertifikasi 'HygienePass' bagi para mitra. Ini untuk memberikan standardisasi higienis dan kebersihan hotel.

Pendiri sekaligus CEO RedDoorz Amit Saberwal mengatakan, 1.400 mitra di Indonesia menjalani audit komprehensif untuk mendapatkan program sertifikasi tersebut.

"Sertifikasi juga akan terbuka untuk diadopsi oleh setiap bisnis hotel yang ingin memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang baru,” katanya, dikutip dari siaran pers.

Persyaratan untuk mendapatkan sertifikat yakni setiap hotel secara rutin menerapkan beberapa tindakan kebersihan dan higienis setiap hari. Ini meliputi pemeriksaan suhu tubuh karyawan dan tamu, menerapkan metodologi pembersihan khusus, dan menyediakan produk anti-bakteri.

 Reporter/Penyumbang Bahan: Agatha Lintang (Magang)

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait