Muhammadiyah Dorong Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Moeldoko juga menerima sejumlah masukan terkait peningkatan perlindungan bagi tenaga medis.
Image title
Oleh Ekarina
3 Oktober 2020, 08:45
Moeldoko, Muhammadiyah, Pandemi Corona, Covid-19, Virus Corona, Pandemi, Kantor Staf Presiden.
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kanan) memberikan keterangan seusai bertemu dengan anak-anak berprestasi di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Moeldoko bertemu dengan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir guna membahas seputar penanganan Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko bertemu dengan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Natshir di Gedung Graha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (2/10). Kedua tokoh nasional ini mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan, di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung.  

Pertemuan tersebut membahas berbagai hal terkait penanganan Covid-19 di Indonesia. Moeldoko menyambut baik, upaya Muhammadiyah membantu pemerintah menangani pandemi corona. 

"Saya mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah melalui 89 rumah sakit terlibat aktif dalam penanganan Covid-19, beserta seluruh tenaga kesehatannya," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10).

Moeldoko juga menerima sejumlah masukan terkait peningkatan perlindungan bagi tenaga medis. Sebab, tenaga medis sebagai garda terdepan dalam perang melawan Covid-19 dan berisiko besar terpapar virus.

"Saran dan masukan ini akan kami komunikasikan ke satgas," katanya.  

Sementara itu, Haedar Natshir mengatakan, Muhammadiyah akan terus meningkatkan kerja sama dalam penanganan Covid-19. "Langkah konkret ini merupakan bentuk kerja sama dengan pemerintah,” ujarnya. 

Kedua tokoh juga sepakat tetap menjaga gotong royong dan saling membantu sebagai kekuatan sosial Indonesia.

 

Perkembangan Kasus Covid-19

Kasus positif corona di Indonesia bertambah 4.317 orang menjadi 295.499 orang pada Jumat (2/10). Tiga Provinsi di Pulau Jawa yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa tengah menyumbang kasus 2.086 orang atau 48,3% dari total nasional. 

Dari data Kementerian Kesehatan, kenaikan jumlah kasus hari ini berasal dari tambahan pemeriksaan 42.421 sampel spesimen. Secara total, pemerintah telah menggelar 3.407.911 uji spesimen kepada 2.050.821 orang.

Provinsi DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus terbanyak yakni 1.198 kasus. Jawa Barat yang melaporkan 544 kasus berada di peringkat dua. Sedangkan Jawa Tengah menduduki posisi tiga dengan 344 kasus baru.

Pemerintah juga melaporkan adanya tambahan 2.853 kasus sembuh menjadi 221.340 orang. Namun angka kematian pasien Covid-19 juga melonjak 116 menjadi 10.972 orang.

Jatim menyumbang tambahan kasus kematian pasien Covid-19 terbanyak yakni 18 orang. Di bawahnya ada Jateng yang melaporkan 17 orang pasien meninggal dunia.

Kemenkes juga mencatat jumlah suspect corona hingga saat ini mencapai 135.348 orang. Penyakit ini juga telah melanda 497 kabupaten/kota di Indonesia.

Untuk mencegah penyebaran wabah kian meluas, masyarakat diminta mengubah perilaku dan mematuhi protokol kesehatan. Beberapa langkah pencegahan virus antara lain dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M).

Editor: Ekarina

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait