Menlu Austria dan Belgia Positif Covid-19 usai Konferensi Uni Eropa

Schallenberg diketahui tidak bergejala dan rutin melakukan pemeriksaan. Sedangkan, Wilmes menyatakan dirinya positif virus corona, sehari setelah menjalani isolasi mandiri.
Image title
Oleh Ekarina
18 Oktober 2020, 14:00
Menteri Luar Negeri, Covid-19, Eropa, Virus Corona, Pandemi Corona, Gerakan 3M.
ANTARA FOTO/REUTERS/Francois Lenoir/Pool/WSJ/dj
Pemimpin negara Uni Eropa mengikuti ktt UE tatap-muka langsung untuk pertama kalinya sejak wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, Jumat (17/7/2020). Menteri Luar Negeri Belgia dan Austria Positif Covid-19 usai hadiri pertemuan di Luxembourg.

Menteri luar negeri Austria dan Belgia terkonfirmasi positif virus corona. Keduanya dikabarkan terpapar usai menghadiri pertemuan bersama para menteri Uni Eropa pekan ini.

Menteri Austria Alexander Schallenberg dan Menteri Belgia Sophie Wilmes duduk bersebelahan saat makan pagi di pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Senin (12/10) di Luxemburg. 

"Schallenberg kemungkinan terinfeksi di (pertemuan) Dewan Menteri Luar Negeri di Lukemburg pada Senin lalu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Austria melalui pernyataannya dikutip Minggu (18/10). 

Schallenberg diketahui tidak bergejala dan rutin melakukan pemeriksaan. Sedangkan, Wilmes pada Sabtu (17/10) menyatakan dirinya positif virus corona, sehari setelah menjalani isolasi mandiri dengan dugaan gelaja Covid-19.

"Transmisi kemungkinan terjadi di dalam lingkungan keluarga saya, mengingat langkah pencegahan yang dilakukan di luar rumah," ujarnya lewat akun media sosial Twitter. 

Pertemuan bilateral satu-satunya Schallenberg di Luxembourg yakni dengan Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney, namun keduanya menjaga jarak fisik. Irlandia telah diberi tahu soal kondisi Schallenberg yang terbukti positif. 

"Schallenberg juga menghadiri pertemuan kabinet pada Rabu (14/10), namun para partisipan menggunakan masker," ujar jubir menambahkan.

Menteri kabinet Austria kemudian dites pada Sabtu (17/10) dan semuanya dinyatakan negatif corona, menurut kantor Kanselir Sebastian Kurz.

Kabinet Austria dua pekan lalu juga mengaku mulai khawatir ketika salah satu kolega dekat Kurz terkonfirmasi positif virus corona.

Pemeriksaan Kesehatan Menlu Eropa

Kabar mengenai kedua menteri yang positif terpapar Covid-19 pun membuat sejumlah menteri luar negeri Eropa melakukan pemeriksaan. 

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dinyatakan negatif COVID-19 pada Jumat (16/10) dan tidak melakukan kontak dekat dengan Schallenberg. Sedangkan  Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde akan bertugas dari rumah sampai menerima hasil tes negatif.

Menteri luar negeri lainnya, seperti Jean-Yves Le Drian dari Prancis dan Arancha Gonzalez Laya dari Spanyol terbukti negatif berdasarkan pemeriksaan terakhir. Sedangkan Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias mengklaim sangat sering dites COVID-19, mengingat rutinitas perjalanannya yang tinggi.

"Ia baik-baik saja," menurut sumber pemerintah Yunani.

Jumlah kasus baru Covid-19 di dunia terus bertambah. Pada 17 Oktober 2020, jumlah kasus baru meningkat lebih dari 400 ribu per hari yang merupakan rekor terbanyak sejak pandemi.

Eropa yang sukses menekan jumlah kasus infeksi baru beberapa bulan lalu, kini menjadi episentrum baru. Dalam satu minggu terakhir, jumlah kasus baru mencapai lebih dari 140 ribu. Jumlah kasus baru di Eropa jauh lebih banyak dibandingkan dengan total jumlah kasus di India, Brasil dan Amerika Serikat.

Dari 100 kasus baru, 34 berasal dari negara Eropa. Dilansir dari Reuters, Eropa mencatat 1 juta kasus baru dalam 9 hari dengan jumlah total 6,3 juta kasus sejak pandemi.

Negara di benua Eropa dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak adalah Inggris, Prancis, Rusia, Belanda dan Spanyol. Prancis berada di posisi pertama dengan 19 ribu lebih kasus baru per hari diikuti Inggris, Rusia, Spanyol dan Belanda.

Sedangkan mengutip data Worldometers, hingga Minggu (18/10) pukul 12.26 WIB, total kasus Covid-19 yang dilaporkan seluruh dunia sebanyak 39.959.273 kasus. Dari jumlah tersebut 1.114.633 orang meninggal dunia karena Covid-19 dan 29.888.585 orang berhasil sembuh.

Di Indonesia, ada 4.301 kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi pada Sabtu (17/10). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 357.762 kasus sejak pandemi. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, pemerintah gencar menyerukan Gerakan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengatakan orang yang memakai masker dapat menurunkan risiko tertular hingga 75%. "Jika ditambah dengan dua gerakan lainnya, mencuci tangan dan jaga jarak, akan menjadi 100%," kata Sigit dalam Webinar "Protokol Kesehatan di Rumah Makan" yang diselenggarakan oleh Katadata pada Jumat (16/10).

 

Reporter: Antara
Editor: Ekarina

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait