Positif Covid-19 RI Tambah 3.564 Orang, Tertinggi Jakarta dan Jabar

Meski begitu, Jakarta dan Jawa Barat juga mencatat kasus kesembuhan tertinggi masing-masing 1.078 pasien dan 492 pasien.
Image title
Oleh Ekarina
29 Oktober 2020, 17:39
Pandemi Corona, Covid-19, Gerakan 3M, Satgas Covid-19, Jakarta, Jawa Barat
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.
Sejumlah wisatawam antre untuk melakukan rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Rapid test dan swab test yang digelar Satgas COVID-19 Pemkab Bogor dilakukan secara acak di tiga titik sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 dari wisatawan pada cuti bersama dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kasus baru Covid-19 di Indonesia Kamis (29/10) bertambah 3.564 sehingga secara kumulatif jumlah pasien positif corona dalam negeri mencapai 404.408 orang. Penambahan pasien positif hari ini, tertinggi masih berada di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus harian corona di DKI Jakarta hari ini bertambah 713 kasus, diikuti Jawa Barat 459 kasus dan Jawa Tengah 368 kasus.  

Meski begitu, Jakarta dan Jawa Barat juga mencatat kasus kesembuhan terbanyak masing-masing 1.078 pasien dan 492 pasien. Kemenkes melaporkan angka kesembuhan hari ini sebanyak 3.985 pasien, sehingga secara keseluruhan mencapai 329.778 kasus sembuh.

Penambahan kasus di bawah 10 terdapat di sepuluh provinsi, seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan sebagainya. Wabah Covid-19 telah menjangkit di 500 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Sedangkan kasus kematian pasien hari ini bertambah sebanyak 89 orang, lebih rendah dibandingkan Rabu (28/10) kemarin yang mencapai 100 kasus. Total, hingga saat ini ada sebanyak 13.701 kasus kematian di Indonesia.  Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan merupakan wilayah dengan kasus kematian tertinggi dengan jumlah masing-masing 16, 14 dan 10 kasus. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito sebelumnya mengatakan, pemerintah akan fokus menekan angka kematian di sejumlah provinsi dengan angka kematian tiggi. Caranya, dengan meningkatkan kualitas pelayanan perawatan Covid-19 di rumah sakit, perbanyak rumah sakit darurat jika diperlukan.

"Koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas apabila memerlukan bantuan," katanya.

Dia pun meminta pemerintah daerah harus tetap berupaya meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T). Pemda juga diminta proaktif jika memerlukan bantuan dengan pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan seperti reagen, obat-obatan, insentif relawan dan sebagainya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan #Gerakan3M. Seperti menggunakan masker ketika keluar rumah. Masker harus digunakan dengan benar, menutupi hidung, mulut, hingga dagu.

Selanjutnya, selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Pasalnya, berada di kerumunan bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19. Terakhir, selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Gerakkan 3M dinilai bisa menjadi salah satu senjata ampuh memutus rantai Covid-19. Mencuci tangan dengan sabun disebut mampu mengurangi potensi penularan virus hingga 35%.

Dengan menggunakan masker kain tiga lapis, risiko terpapar virus diperkirakan turun sampai 45% dan masker medis efektif mengurangi risiko terpapar hingga 70%. Adapun menjaga jarak mampu mengurangi risiko hingga 85%.

"Bila semua dikombinasikan, maka potensi penularan diharapkan bisa ditekan hingga 99,99%," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah dalam talkshow virtual, Kamis (29/10).

Editor: Ekarina

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait