Lonjakan Kasus Covid-19 Picu Kenaikan Harga Emas

Covid-19 yang berkecamuk di AS yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian serta potensi pelemahan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.
Image title
Oleh Ekarina
14 November 2020, 09:35
Harga Emas, Emas Antam, Pandemi Corona, Covid-19, Virus Corona, Amerika Serikat, Vaksin Virus Corona.
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Petugas memperlihatkan emas di salah satu pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2020). Harga emas harga emas Antam yang dijual di Pegadaian kembali naik Rp 18.000 untuk ukuran 1 gram menjadi Rp 1.030.000.

Harga emas dunia kembali naik pada akhir perdagangan Jumat (13/11) atau Sabtu pagi (14/11) waktu Indonesia. Kenaikan terdorong oleh lonjakan kasus virus corona global sehingga kembali memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap perekonomian. 

Di sisi lain, keraguan pasar terkait jangkauan kandidat vaksin semakin mendorong kenaikan logam mulia sebagai aset safe-haven.

Kontrak harga emas berjangka AS di bursa Comex New York Exchange naik US$ 12,90 atau 0,69% ke level US$ 1.886,20 per ounce pada penutupan perdagangan kemarin. Sementara di pasar spot naik 0,5% menjadi 1,884,76 per ounce. Namun, harga emas batangan masih terikat kerugian mingguan terburuk sejak akhir September 2020. 

“Kami berpandangan Covid-19 yang berkecamuk di AS yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian serta potensi pelemahan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang telah memicu kenaikan harga emas,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, Sabtu (14/11)

Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech pada Senin (9/11) mengatakan vaksin Covid-19 telah terbukti efektif 90% berdasarkan hasil uji coba awal. Kabar ini juga direspons positif pasar, hingga akhirnya muncul kesadaran  vaksin itu mungkin tidak akan tersedia untuk konsumsi masyarakat umum sampai akhir musim dingin atau musim semi.

Artinya, pasar harus menghadapi berbagai kesulitan sebelum waktu distribusi itu tiba. 

Emas juga mendapat dukungan dari dolar AS yang melemah akibat ketakutan gelombang kedua mendorong karantina wilayah (lockdown). "Pasar harus menyelesaikan (beberapa) stimulus apakah kita menghindari situasi yang lemah atau dengan presiden terpilih baru,” kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Jadi, pasar pada suatu saat harus mengantisipasi uang dan harga itu dalam potensi inflasi," ujarnya menambahkan.

Emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Selain emas, harga logam seperti perak untuk pengiriman Desember naik 46,9 sen atau 1,93% di level US$ 24,775 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,36% menjadi menetap pada US$ 896 per ounce.

Di dalam negeri, harga emas Antam untuk seluruh jenis produk pada hari ini, Sabtu (14/11) naik Rp 7.000 menjadi Rp 985 ribu per gram dibandingkan kemarin Rp 978 ribu per gram. Sedangkan harga pembelian kembali (buy back) emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 984 ribu per gram. 

Berdasarkan data Worldometers, kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 53,7 juta dengan 1,3 juta orang meninggal dunia dan 35,7 juta pasien berhasil sembuh.

Amerika Serikat (AS) masih menempati urutan pertama jumlah kasus tertinggi dunia dengan angka saat ini 11.064.364 atau bertambah 183.527 kasus dibanding sehari sebelumnya.  Adapun angka kematian akibat corona di negara itu telah mencapai 294 ribu orang lebih. 

Sementara di Indonesia, kasus harian Covid-19 pada Jumat kemarin kembali mencetak rekor dengan 5.444 kasus. Sehingga secara kumulatif, jumlah kasus positif corona di dalam negeri mencapai 457.735.

 

Reporter: Antara
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait