Pesan Mahfud MD Pilkada Serentak: Pilih Calon yang Baik dan Patuhi 3M

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga berpesan agar masyarakat yang menggunakan hak pilihnya selalu mematuhi protokol kesehatan
Image title
Oleh Ekarina
9 Desember 2020, 11:09
Mahfud MD, Pilkada, KPU, Gerakan 3 M, Protokol Kesehatan, Covid-19.
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/wsj.
Petugas KPPS melayani warga yang akan menggunakan hak pilihnya di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (9/12/2020). Menko Polhukam, Mahfud MD minta masyarakat patuhi protokol kesehatan selama Pilkada serentak.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak diselenggarakan hari ini di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengingatkan masyarakat agar memilih calon kepala daerah yang baik hingga mematuhi protokol kesehatan. 

Mahfud mengatakan, Pilkada serentak saat ini akan menentukan masa depan wilayah pemilih dalam lima tahun. 

"Berikan suara untuk memilih pemimpin dan memilih kepala daerah saudara. Kemudian pilihlah pemimpin yang baik," kata Mahfud di sela kunjungan kerja ke Riyadh, Arab Saudi, Rabu (9/12).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga berpesan agar masyarakat yang menggunakan hak pilihnya selalu mematuhi protokol kesehatan. Gerakan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan diharapkan bisa mencegah penularan wabah Covid-19 selama Pilkada.

Advertisement

Masyarakat juga diharapkan mencoblos dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prokes yang diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Mudah-mudahan pada Rabu sore atau Kamis (10/12) pagi kita semua sudah tahu hasil pilkada. Meskipun, pengumuman resminya masih harus menunggu beberapa waktu hari lagi," katanya.

KPU menetapkan beberapa protokol kesehatan ketat di tengah pandemi Covid-19. serta mengeluarkan buku panduan bagi Kelompok Pemungutan dan Penghitungan Suara (KPPS) melaksanakan protokol kesehatan. Model pelaksanaan pemilihan di masa pandemi ini merupakan hal baru yang perlu dilaksanakan penyelenggara Pemilu.

Mengutip isi buku tersebut, persiapan yang dilakukan pemilih dalam Pilkada nanti adalah:

1. Mengingatkan penerapan protokol kesehatan

2. Menjaga jarak 1 meter

3. Sebelum masuk dan keluar dari TPS, pencoblos diharuskan untuk mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun

4. Menggunakan masker yang tepat

5. Tidak melakukan kontak fisik

6. Tidak berkerumun di area TPS

Sedangkan langkah yang harus dilakukan oleh KPPS adalah:

1. KPPS dan Petugas Ketertiban selalu menggunakan sarung tangan ketika bertugas.

2. Petugas Ketertiban yang bertugas di pintu masuk TPS memeriksa suhu badan KPPS, Saksi, Pengawas, atau Pemantau dan Pemilih sebelum masuk ke area TPS dengan thermogun.

3. Pengawas, saksi maupun petugas lain yang suhu badan melebihi 37,3 derajat selsius, tidak diperkenankan untuk mengikuti pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

Adapun proses pemungutan suara yang ditetapkan sebagai berikut:

1. Pemilih antre di luar dengan memperhatikan jarak aman.

2. Petugas ketertiban menghimbau pemilih untuk mencuci tangan dan menggunakan masker.

3. Petugas mengecek suhu tubuh pemilih Pemilih mengisi formulir Model C Daftar Hadir-KWK setelah menunjukkan Model C Pemberitahuan-KWK serta KTP elektronik kepada KPPS 4.

4. Pemilih menggunakan sarung tangan dan menunggu giliran. Selama menunggu, pemilih disediakan kursi dengan tetap menjaga jarak.

5. Ketua KPPS memanggil pemilih untuk mengambil surat suara Pemilih menggunakan hak pilih dengan alat coblos yang telah disediakan.

6. Pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak sesuai jenis pemilihan. Dalam hal ini, akan dipandu oleh KPPS 6.

7. Pemilih membuka sarung tangan, kemudian membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan KPPS 7 meneteskan tinta dengan alat tetes ke salah satu jari pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya.

8. Petugas ketertiban di pintu keluar TPS memberitahu pemilih wajib mencuci tangan Pemilih yang telah selesai menggunakan hak pilihnya, dihimbau untuk meninggalkan area TPS.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi penyelenggara pemilihan telah disalurkan hingga tingkat desa. Beberapa kendala logistik penyaluran alat penunjang protokol kesehatan pun telah teratasi.

Namun jika alat yang ada masih belum juga mencukupi, maka opsi peminjaman ke lembaga lain seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas Kesehatan setempat.

"Jika tidak bisa juga, bisa langsung beli ke toko kesehatan terdekat," kata Pramono, Selasa (8/12).

 

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait