Kasus Covid-19 RI Melonajk 2 Kali Lipat dalam Sebulan Terakhir

Kenaikan kasus aktif selalu diiringi oleh meningkatnya daerah yang tidak patuh protokol kesehatan. Selain itu, penyebabnya diawali oleh masa libur panjang.
Image title
Oleh Ekarina
25 Desember 2020, 21:14
Satgas Covid-19, Kesehatan, Kasus Aktif covid-19, Virus Corona, Covid-19, Gerakan 3M,
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa.
Pengendara sepeda motor melintasi spanduk sosialisasi penerapan protokol kesehatan di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (25/12/2020). Satgas Covid-19 mencatat laju penyebaran kasus aktif corona semakin cepat sebulan terakhir.

Kasus aktif virus corona semakin meningkat menjelang akhir tahun. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat, kenaikan kasus aktif tertinggi dalam waktu singkat terjadi pada periode November sampai Desember hingga 2 kali lipat.

Peningkatan kasus itu sejalan dengan mengendurnya kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan, ditambah momentum libur panjang.

“Ini yang perlu kita waspadai. Libur panjang selalu memicu kasus baru dalam jumlah besar, demikian juga dengan kepatuhan protokol kesehatan yang mengendur,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran pers, Jumat (25/12).

Berdasarkan data Satgas, dalam kurun empat bulan (Maret hingga Juli 2020), kasus aktif meningkat 70% dari 1.107 kasus menjadi 37.342. Peningkatan kasus aktif ini juga diikuti dengan peningkatan testing mingguan hingga 50%.

Pada periode tersebut, terdapat sejumlah libur panjang yang bertapatan dengan Idul Fitri pada 22-25 Mei 2020.

Berikutnya, pada Agustus hingga Oktober, kasus aktif meningkat 40% dari 39.354 menjadi 66.578 kasus hanya dalam waktu 2 bulan. Testing mingguan pada periode ini meningkat 40%, dibarengi peningkatan jumlah daerah yang tidak patuh protokol kesehatan dari 28,57% menjadi 37,12%.

Pada periode ini, terdapat libur panjang 17, 20 hingga 23 Agustus 2020.

Kenaikan tertinggi dalam waktu yang paling singkat terjadi pada November hingga Desember. Kasus aktif meningkat 2 kali lipat, dari 54.804 menjadi 103.239 dalam kurun sebulan.

Kendati demikian, peningkatan testing justru lebih rendah dari sebelumnya, hanya sekitar 30%. Sedangkan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan naik menjadi 48,01%.

Pada periode ini, terdapat sejumlah libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Dari data tersebut, Satgas menyimpulkan setiap kenaikan kasus aktif, selalu diiringi oleh kenaikan daerah yang tidak patuh protokol kesehatan dan berawal dari libur panjang.

“Meskipun testing mingguan meningkat,  tapi tak dibarengi dengan penurunan kasus aktif. Kondisi saat ini adalah masih tingginya laju penularan sehingga masih banyak kasus baru yang ditemukan dari setiap pemeriksaan,” ujar Wiku.

Dengan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, Wiku meminta masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan di mana saja, termasuk selama masa libur Natal dan Tahun Baru saat ini.

"Mari kita menjadi kelompok masyarakat yang berperan dalam menyelamatkan diri sendiri dan orang terdekat yang kita cintai dengan memilih untuk tidak bepergian dan menghindari kerumunan," katanya.

Pemerintah melaporkan kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 7.259 kasus pada Jumat (25/12). Dengan begitu, total kasus corona di Indonesia sejak Maret 2020 hinga saat ini menjadi 700.097 kasus.

Sebanyak 570.304 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh (81.46%) dan 20.847 orang meninggal dunia (2.98%), sementara sisanya masih menjalani perawatan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait