Menteri ESDM Harap 8 Anggota Baru DEN Pacu Agenda Energi Pemerintah

Menteri ESDM berharap anggota baru Dewan Energi Nasional dapat mempercepat kebijakan program energi pemerintah sesuai bidang dan pengalamannya masing-masing.
Image title
8 Januari 2021, 13:21
Dewan Energi Nasional, Kementerian ESDM, Energi, Pandemi Corona, Migas, Energi Terbarukan .
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri ESDMÊArifin Tasrif menyampaikan capaian kinerja 2019 dan program 2020 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Menteri ESDM resmi melantik 8 Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2020-2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik 8 orang anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2020 - 2025. Mereka berasal dari kalangan pemangku kepentingan di sektor energi. 

Anggota DEN tersebut sebelumnya diangkat oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 135/P Tahun 2020 tanggal 30 Desember 2020 setelah melalui proses penyaringan. 

Arifin yang juga menjabat Ketua Harian DEN berharap anggota baru dapat mengakselerasikan kebijakan program energi pemerintah sesuai bidang dan  pengalamannya masing-masing.

Sehingga, semua pihak dapat membantu mewujudkan serta melaksanakan program strategis dengan baik.

"Saya ucapkan selamat dan berharap saudara-saudara dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya," kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/1).

Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi mengamantkan tugas para anggota DEN yakni merancang dan merumuskan Kebijakan Energi Nasional (KEN), menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Kemudian, menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), menetapkan langkah-langkah krisis dan darurat energi serta melakukan pengawasan kebijakan energi yang bersifat lintas sektoral.

Pemerintah sedang menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tantangan ke depan. Khususnya terkait dengan permintaan sektor energi yang terus meningkat, namun tak diimbangi dengan jumlah produksi minyak dan gas bumi yang tersedia saat ini.

"Untuk menghadapi tantangan tersebut kita sedang menyusun strategi meningkatkan produksi crude 1 juta barel di 2030," ujarnya.

Untuk itu, ia berpesan agar program-program tersebut dapat digunakan untuk mereview dan mengevaluasi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Terlebih dengan adanya perubahan indikator energi maupun ekonomi pasca merebaknya pandemi Covid-19.

Adapun delapan anggota DEN yang dilantik pagi ini terdiri dari dua orang mewakili unsur akademisi, dua orang dari industri, dua orang mewakili konsumen, satu orang mewakili bidang teknologi, dan satu orang dari unsur lingkungan hidup.Berikut  rincian nama-namanya:

1. Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU. (Kalangan Akademisi)

2. Dr. Ir. Musri, M.T. (Kalangan Akademisi)

3. Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc. (Kalangan Industri)

4. Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc. (Kalangan Industri)

5. Ir. Daryatmo Mardiyanto (Kalangan Konsumen)

6. Dr. Ir. Eri Purnomohadi, M.M. (Kalangan Konsumen)

7. Dr. Ir. As Natio Lasman (Kalangan Teknologi)

8. Dr. (HC) Yusra Khan, S.H. (Kalangan Lingkungan Hidup)

Pekerjaan Rumah DEN

Sementara itu Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa sebelumnya mengatakan, tak meragukan kompetensi anggota DEN selama ini dan yang baru terpilih. Anggotanya terbentang dari praktisi hingga pelaku bisnis.

Berbagai kombinasi ini seharusnya membuat perumusan kebijakan energi menjadi lebih mudah. Pekerjaan rumah yang krusial untuk lembaga itu adalah membuat rencana umum energi nasional atau RUEN sesuai dengan kondisi global.

Saat ini dunia sudah mengarah kepada transisi energi menuju dekarbonisasi. “Energi fosil mulai ditinggalkan dan energi baru terbarukan jadi prioritas utama dunia saat ini,” kata Fabby.

Kebijakan energi nasional (KEN) dan RUEN di Indonesia masih berputar-putar dalam paradigma lama. Jargon Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah sudah tak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

Pemanfaatan energi fosil tak lagi dapat dilakukan dalam skala masif. Sebagai gantinya, bahan bakar ramah lingkungan harus dioptimalkan dengan inovasi teknologi bersih.

"DEN harus mulai melihat RUEN dengan kacamata transisi energi dan dekarbonisasi, serta melakukan penyesuaian target energi terbarukan lebih tinggi lagi di 2030 dan 2050," kata dia.

Dalam tupoksinya, DEN sebenarnya memiliki fungsi pengawasan pelaksanaan RUEN, mendukung penyusunan rencana umum energi daerah (RUED), cadangan energi, dan neraca energi. Namun, Fabby menilai banyak rencana itu yang meleset dari target. Misalnya, pencapaian energi terbarukan pada 23% pada 2025 dan 31% di 2050 masih lamban.

Realisasinya saat ini baru 9% dan banyak pihak meragukan target itu dapat tercapai. Lalu, pada 2019 produksi batu bara dibatasi hanya 400 juta ton, tapi malah melesat mencapai lebih 600 juta ton. Capaian meleset lainnya adalah soal target konsumsi listrik dan cadangan minyak.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait