Menggali Potensi Sektor Industri Halal di Indonesia

Tim Publikasi Katadata
14 April 2021, 13:29
Presiden Joko Widodo Meresmikan Halal Park
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI

Potensi pasar produk halal dalam negeri sangat besar. Apalagi kini industri berbasis syariah semakin berkembang pesat di tengah besarnya jumlah populasi penduduk muslim Tanah Air serta kemudahan berusaha.

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia dengan jumlah pemeluk Islam saat ini mencapai 87% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 267 juta jiwa. Meski demikian, industri halal Indonesia belum berkembang secara maksimal.

Sebagai negara dengan konsumsi produk halal terbesar dengan nilai US$ 214 miliar serta berkontribusi 10% dari pangsa produk halal dunia, Indonesia masih lebih banyak mengimpor produk halal dari luar negeri. Padahal, sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam negeri sangat melimpah. Akibatnya, sampai saat ini Indonesia hanya menjadi pasar yang diperebutkan produsen produk halal dunia dari sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Tiongkok, Brasil dan Australia.

Pasar industri halal Indonesia sebenarnya menunjukkan peningkatan. Sektor makanan halal, pariwisata, fesyen, obat-obatan serta kosmetik tumbuh 11% dibanding pasar global pada 2016. Namun, akselerasinya masih kalah cepat dibanding negara pesaing.

Sektor makanan dan minuman halal merupakan sektor dengan potensi terbesar. Sepanjang tahun 2017 saja, belanja produk makanan dan minuman halal domestik mencapai US$ 170,2 miliar. Seiring banyaknya masyarat muslim Indonesia yang menerapkan gaya hidup Islami, kebutuhan label halal pun tak lagi sebatas makanan dan minuman. Masyarakat muslim semakin sadar bahwa kebutuhan produk dan jasa halal sudah menjadi gaya hidup mereka.

Produk kosmetik misalnya, jika dulu masyarakat menganggap produk kecantikan tidak perlu mendapat sertifikasi halal, kini produk kecantikan halal mulai dilirik bahkan menjadi salah satu syarat sebagian konsumen. Otomatis, para produsen kosmetik Indonesia ramai-ramai mendaftarkan produknya untuk mendapat sertifikasi halal.

Potensi lainnya yang saat ini sedang naik daun ada pada produk fesyen. Munculnya desainer modest fashion telah membawa gaya busana muslim Indonesia ke level dunia. Berdasarkan data The State of Islamic Economy Report tahun 2019, Indonesia menempati urutan kedua dalam sektor fashion muslim setelah Uni Emirat Arab. Indonesia memiliki nilai perputaran uang sekitar US$ 20 miliar untuk industri modest fashion.

Sementara dalam sektor pariwisata, Indonesia seharusnya mampu memaksimalkan peluang. Pariwisata halal merupakan peluang besar bagi Indonesia karena semakin meningkat dan berkembangnya tren konsumen halal lifestyle serta pariwisata halal sudah mencakup seluruh aspek yaitu lokasi wisata, makanan, jasa dan lainnya.

Dengan berkembangnya pawisata halal, diharapkan bisa ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depan. Apalagi, jumlah wisatawan muslim diproyeksi mencapai 230 juta orang pada 2026.

Dengan potensi industri halal Indonesia sangat besar, perlu peran serta pemerintah semakin mendorong para pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan jasa halalnya. Sehingga harapannya, Indonesia nantinya bisa menjadi pemain utama, tak hanya sasaran pasar produsen industri halal dunia.

 

Langkah Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Untuk menjadikan Indonesia pusat produsen halal dunia, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut perlu penguatan industri di Indonesia. Salah satu dengan membentuk kawasan industri halal maupun zona halal dalam kawasan industri yang sudah ada.

Hingga saat ini, ada dua kawasan industri halal yang telah terbentuk di Tanah Air, yaitu kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate di Banten dan Safe and Lock Halal Industrian Park di Sidoarjo, Jawa Timur.

Selain itu, ada enam kawasan yang telah mengajukan permohonan penetapan kawasan industri halal. "Saya meminta Menteri Perindustrian segera meresponnya," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf juga meminta kementerian dan lembaga membentuk sistem informasi terintegritas terkait data produksi, perdagangan, dan sertfikasi produk halal. Sehingga dapat memantau industri halal menjadi lebih baik.

Selain itu, sistem yang terintegrasi akan membuat sertifikasi produk halal Indonesia lebih kompetitif di pasar global. Sehingga industri produk halal dapat memberikan nilai positif terhadap neraca dagang Indonesia. Dia juga meminta kementerian dan lembaga mendukung UMKM menjadi bagian dari industri halal. Caranya dengan membangun pust-pusat indusrtri halal di daerah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Ekarina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...