Taktik Ace Hardware Dongkrak Penjualan saat Gerai Lesu

Kontribusi penjualan Ace Hardware lewat channel digital diakui Helen belum terlalu besar atau masih di bawah 2%.
Image title
Oleh Ekarina
12 Oktober 2020, 14:20
Ace Hardware, Retail, Digital, Pandemi Corona, Covid-19, Mitra10, Pemasaran.
Ace Hardware
ilustrasi gerai Ace Hardware. Perusahaan beralih memanfaatkan ragam fitur digital untuk mendorong penjualan selama pandemi corona.

Peretail PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mencatat penurunan penjualan selama pandemi corona. Perusahaan menyiasati sepinya pengunjung gerai melalui strategi omni channel di berbagai platform. 

Corporate Secretary Ace Hardware, Helen Tanzil mengatakan, perseroan mencatat penurunan penjualan sekitar 7,5% di semester pertama 2020.  Perusahaan ekspansi penjualan lewat berbagai pilihan platform digital, seperti Ace Online dan Ruparupa.com sebagai authorized online retailer Kawan Lama Group.

"Di samping itu, kami juga bekerja sama dengan marketplaces," kata Helen kepada  Katadata.co.id, Senin (12/10).

Kendati demikian, kontribusi penjualan Ace Hardware lewat channel digital diakui Helen belum terlalu besar atau masih di bawah 2%. Oleh karena itu,  Ace Hardware juga mulai mempromosikan dan memasarkan produk kesehatan yang berhubungan dengan pandemi corona, seperti hand sanitizer, cairan pembersih dan sebagainya.

Advertisement

Terkait kinerja gerai, menurutnya, hingga saat ini perusahaan telah membuka 11 unit dan menutup 3 gerai, salah satunya di Kuningan City pada 2 Agutus lalu. Namun, dia membantah penutupan gerai terjadi akibat dampak Covid-19, melainkan karena masa sewa yang sudah habis.

Helen juga menyatakan tetap ekspansi gerai bila ada lokasi yang dinilai cocok dan menguntungkan. "Jika di suatu daerah belum ada gerai Ace sebelumnya, maka ekspansi tetap dilaksanakan," ujarnya.

Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan bakal memiliki 10-15 unit gerai dengan investasi belanja modal (capex) Rp 250 miliar. Sedangkan hingga saat ini, investasi yang telah terpakai untuk menambah gerai mencapai Rp 90 miliar.

Belum lama ini, Ace Hardware juga menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh mitranya, Wibowo dan Partners di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan ini terkait perjanjian kerja sama hukum bulanan (retainer) senilai 10 juta per bulan. Namun, manajemen menjelaskan akan menyelesaikan persoalan tersebut dan memastikan operasional gerai tetap berjalan. 

Perusahaan retail perlengkapan rumah dan bahan bangunan lainnya, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) juga merambah platform digital untuk memperluas pemasaran produknya. 

Pemilik jaringan gerai Mitra10 ini, meluncurkan ulang situs Mitra10.com yang memudahkan akses dan mengumpulkan barang serta melayani pengiriman secara nasional.

Mitra10 hingga saat ini telah mengoperasikan 35 unit di seluruh Indonesia dengan  total luas area penjualan 114.641 meter persegi. Terbaru, perseroan baru saja membangun satu unit gerai di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Setiap tahun, perusahaan menargetkan menambah 3-6 gerai. "Perusahaan juga menargetkan membuka distribution center (DC) regional di wilayah timur untuk mendukung ekspansi gerai dan layanan e-commerce,"  tulis manajemen perseroan dalam materi paparan publik di situs Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Saat ini, perseroan telah memiliki 5 pusat distrubusi dengan luas asera 40.700 meter persegi.

Pengamat Bisnis Universitas Prasetiya Mulya, Agus W. Soehadi mengatakan pandemi mempercepat proses transformasi perusahaan dari multi channel ke omni channel. Hal ini didorong oleh perilaku generasi Z yang menganggap adaya kesetaraan ruang fisik (brick and mortals) dan ruang virtual (online) , sehingga bisa memesan dan mengambil barang dimanapun dan tidak ngantri di counter.

"Tentu ini berdampak terhadap sistem logistik dari kemitraan yg berada dalam ekosistem omni channel tersebut," katanya.

Sedangkan strategi perusahaan menambah varian produk di luar lini produk utamanya, menurut Agus merupakan upaya perusahaan menghadapi volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas (VUCA) di masa pandemi.

"Kuncinya, perusahaan harus lincah, fleksibel dan responsif  terhadap permintaan pasar serta tak takut keluar dari keberhasilan masa lalu," ujarnya. 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait