Menyusul Uniqlo, IKEA Produksi Masker Nonmedis

Masker kain non-medis tersebut dapat diperoleh secara gratis oleh 600 pelanggan pertama IKEA yang berbelanja melalui situs atau aplikasi.
Image title
Oleh Ekarina
12 Oktober 2020, 10:26
Masker Kain, IKEA, Retail, Belanja, Covid-19, Pandemi Corona, Virus Corona, Gerakan 3M.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi gerai IKEA. Peretail asal Swedia ini berkolaborasi dengan Masker Untuk Indonesia memproduksi dan mendonasikan masker non-medis kepada masyarakat.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Peretail asal Swedia, IKEA berkolaborasi dengan Masker Untuk Indonesia memproduksi dan mendonasikan masker kain non-medis untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Kolaborasi keduanya direalisasikan lewat program Belanja Untuk Kebaikan. 

Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Dyah Fitrisally mengatakan masker telah menjadi kebutuhan primer yang kini wajib dimiliki oleh setiap orang untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Sebanyak 10.800 masker kolaborasi ini nantinya akan didonasikan ke organisasi nirlaba Indonesia kuat,” ujar Dyah dalam keterangan tertulis, Senin (12/10). 

Melalui program ini, setiap konsumen IKEA yang berbelanja minimal Rp 600 ribu bisa memperoleh satu masker. Setiap satu masker yang didapat, pelanggan telah mendonasikan tiga masker untuk masyarakat yang membutuhkan.

Masker kain non-medis tersebut dapat diperoleh secara gratis oleh 600 pelanggan pertama IKEA yang berbelanja melalui situs ikea.co.id dan aplikasi IKEA Indonesia periode 10-15 Oktober 2020.

Lebih lanjut, masker non-medis edisi ulang tahun IKEA yang keenam ini berbahan kain ini terdiri dari tiga lapisan dan terbuat dari 100% katun.

 Bahan masker diklaim berfungsi menyerap droplets saat membuang napas, lapisan tengah bertindak sebagai filter yang terbuat dari bahan spunbond. Sedangkan lapisan luar terbuat dari bahan sintetis, yaitu 95% polyester dan 5% spandex, yang berfungsi untuk menahan paparan droplets dari luar.

Masker kain non-medis IKEA dapat dicuci dan dipakai kembali. Selain komposisi masker, cara penggunaan masker yang tepat dan benar juga penting dalam menjaga efektifitas masker.

"Penggunaan masker yang tepat merupakan salah satu upaya penting dalam menghambat laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. IKEA mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam kampanye 'Maknai Setiap Momen' dengan berdonasi masker bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Masker Uniqlo 

Selain IKEA, peretail busana asal Jepang, Uniqlo, meluncurkan lini produk masker AIRIsm Mask pertama di Indonesia. 

"Melihat kebiasaan ini dan juga permintaan para pelanggan, Uniqlo mengembangkan sebuah masker wajah yang mampu mengoptimalkan perlindungan dan kenyamanan untuk pemakaian sehari-hari," ujar manajemen Uniqlo dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).

AIRIsm Mask cukup populer di negaranya. Saat dirilis pertama kali di Jepang pada Juni 2020, banyak konsumen rela mengantre mendapatkan produk ini.

 Masker tersebut didesain menggunakan kain berteknologi AIRism tiga lapis yang dikembangkan bersama perusahaan tekstil Jepang Toray Industries Inc. Uniqlo mengklaim, masker tersebut mampu menghalau panas serta efektif menyaring 99% bakteri.

Produk ini bahkan disebut tetap bisa digunakan dan mempertahankan fungsinya meski sudah dicuci 20 kali. Dengan lebih dari 2.000 jaringan gerai di seluruh dunia dan penjualan tahunan lebih dari US$ 20 miliar, Uniqlo menjadi salah satu peretail terbesar yang menjual masker.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Minggu (11/10) sekitar 4.497 kasus, sehingga totalnya kini mencapai 333.449 orang.  Adapun 31% dari kasus harian kemarin berasal dari DKI Jakarta.

Penambahan kasus Covid-19 yang terus tinggi hingga kini membuat pemerintah kian gencar mendorong penerarapan protokol kesehatan, salah satunya melalui #Gerakan3M.

Gerakan ini antara lain mencakup menggunakan masker dengan benar, menutupi hidung dan mulut.

Lalu, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Bisa juga membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Selanjutnya, selalu menjaga jarak minimal 1,5 meter dan menghindari kerumunan. Tiga langkah tersebut efektif untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang bertajuk “Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” menunjukkan, besaran frekuensi kelompok masyarakat berumur 45 – 60 tahun terhadap penggunaan masker lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya ketika keluar rumah.

Sedangkan 94% dari mereka sering atau selalu menggunakan masker, 4% mengaku jarang dan 2% sisanya tidak pernah. Simak hasil selengkapnya dalam databoks berikut:

Editor: Ekarina

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait