Pivot Bisnis Masa Pandemi, Semen Indonesia Rambah Jasa Renovasi Rumah

Sobat Bangun merupakan cara perusahaan berinovasi untuk menciptakan permintaan semen yang sempat terhenti di masa pandemi.
Image title
Oleh Ekarina
14 November 2020, 07:00
Semen, Semen Indonesia, Konstruksi, Infrastruktur, Pandemi Corona, Perusahaan, Bisnis, Pandemi
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi tempat penyimpanan semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Pandemi corona menekan permintaan semen dari segmen konstruksi dan infrastruktur. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) merambah bisnis baru berupa layanan solusi bangunan, mulai dari renovasi rumah hingga menjual material  melalui platform digital untuk menambah pendapatan.  

Selain renovasi, layanan bernama Sobat Bangun ini juga menyediakan beberapa jasa lain seperti desain arsitek, kontraktor, konstruksi dan pengisian perabotan rumah, hingga dukungan finansial.

General Manager Marketing & Supply Chain Digitalization Semen Indonesia, Ameria Sumantri mengatakan, Sobat Bangun merupakan cara perusahaan berinovasi untuk menciptakan permintaan semen yang sempat terhenti di masa pandemi. 

Meski aktivitas sektor konstruksi dan infrastruktur lesu, ada potensi permintaan lain dari segmen retail atau konsumen pemilik rumah. Pademi corona mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih banyak berada di dalam rumah hingga akhirnya mendorong permintaan renovasi.

"Selain itu, ada perubahan behaviour konsumen ke arah digital. Sehingga kami luncurkan platform ini dan layanan konstruksi dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Ameria dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable: Utilities Industry Perspective, Jumat (13/11).

Dengan layanan one stop solution, pemilik rumah dapat memilih arsitek, dan kontraktor hingga terhubung dengan mitra pembiayaan. Konsumen juga bisa membeli bahan bangunan yang tersedia lewat platform tersebut.

Strategi ini juga diharapkan bakal memperkuat omni-channel perusahaan, sebagai cara memperbesar saluran pemasaran melalui toko offline, distributor serta online.

Layanan ini menurutnya baru tersedia di beberapa kota seperti Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Ke depan, cakupannya akan diperbesar, termasuk dengan beberapa rekanan kerja sama perusahaan.

Meski diniai prospektif untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong pendapatan ke depan, menurutnya bisnis utama Semen Indonesia tetap berada di penjualan semen.

"Bisnis utama kami tetap di semen, go digital platform  ini lebih untuk menambah demand baru dan costumer locking," katanya.

Hingga kuartal III 2020, Semen Indonesia Grup mencatat pendapatan Rp 26,9 triliun atau turun 8,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 28 triliun seiring lesunya permintaan.

Semen Indonesia merupakan penguasa pasar (market leader) industri semen. Perseroan memegang pangsa pasar 53% terhadap total pasar nasional. BUMN ini memiliki tujuh perusahaan semen, salah satunya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) yang sebelumnya bernama Holcim.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri semen menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2020, meski masih minus.

Produksi semen di kuartal III 2020 naik hampir setengah produksi kuartal sebelumnya tahun ini. "Produksi semen kuartal ketiga itu sebesar 18,1 juta ton dibandingkan triwulan II itu naik 42,09%," kata Agus, dalam diskusi virtual bertajuk Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Ketahanan Pangan.

Meski tercatat meningkat secara kuartalan, produksi semen kuartal III tahun ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Agus mengatakan produksi semen kuartal III tahun ini turun 9% dibandingkan kuartal III-2019.

 

 

 

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait