Deretan Brand Mewah dalam Kasus Dugaan Suap Izin Ekspor Edhy Prabowo

Sejumlah merek tersebut ditaksir memiliki harga jual ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.
Image title
Oleh Ekarina
26 November 2020, 16:27
Edhy Prabowo, Ekspor, Benih Lobster, KPK, KKP, Brand Merek.
Rolex / Instagram
Ilustrasi jam Rolex. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita jam dan tas mewah dalam operasi tangkap tangan (OTT) Menteri KKP Edhy Prabowo.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11) malam menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster bersama enam orang lainnya. Edhy diduga menerima uang Rp 3,4 miliar terkait jasa kargo ekspor komoditas perikanan tersebut.

“KPK menyimpulkan adanya dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau konmoditas perairan sejenis lainnya,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers, Rabu (26/11).

Dana tersebut diduga digunakan Edhy bersama sang istri, Iis Rosyati Dewi untuk berbelanja barang mewah di Honolulu. “Sekitar Rp 750 juta di antaranya berupa jam tangan Rolex, tas LV, TUMI, serta baju Old Navy,” kata Nawawi.

Sejumlah brand tersebut ditaksir memiliki harga jual ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Berikut sedikit ulasan mengenai brand yang premium tersebut. 

Rolex

Dikutip dari wikipedia, Rolex merupakan salah satu merek jam tangan mewah asal Swiss yang diproduksi oleh perusahaan Rolex SA. Perusahaan ini awalnya didirikan dengan nama Wilsdorf dan Davis oleh Hans Wilsdorf dan Alfred Davis di London, Inggris pada 1905.

Perusahaan lantas mendaftarkan Rolex sebagai nama merek jam tangannya pada 1908 dan menjadi Rolex Watch Co. Ltd. pada 1915. Akibat situasi ekonomi yang tidak menguntungkan di Inggris pasca-perang dunia I, perusahaan memindahkan basis operasinya ke Jenewa. Pada 1920 Hans Wilsdorf mendaftarkan Montres Rolex SA di Jenewa sebagai nama perusahaan baru yang akhirnya menjadi Rolex SA.

Sejak 1960, perusahaan ini dimiliki oleh Hans Wilsdorf Foundation, sebuah perwalian keluarga swasta. 

Rolex SA dan anak perusahaannya Montres Tudor SA merancang, membuat, mendistribusikan dan melayani jasa servis jam tangan yang dijual dengan merek Rolex dan Tudor. Pada 2018, Forbes menempatkan Rolex sebagai merek paling berharga ke-71 di dunia.

Jam tangan Rolex pernah masuk ke dalam daftar jam tangan termahal dunia. Salah satunya pada 2017, jam Rolex Oyster Cosmograph Daytona vintage milik aktor Amerika Serikat (AS), Paul Newman dilelang seharga US$ 17,75 juta atau sekitar Rp 259 miliar.

Sedangkan mengutip situs chrono24.co.id, salah satu koleksi Rolex Daytona Platinum dijual seharga Rp 1,13 miliar.

Louis Vuitton

Louis Vuitton Malletier atau yang dikenal sebagai Louis Vuitton merupakan rumah mode dan perusahaan barang mewah Prancis. Brand memiliki nama sama seperti pendirinya ini  lahir pada 1854. 

Logo dan motif monogram khas merek LV muncul di sebagian besar produknya, mulai dari koper mewah dan barang dari kulit hingga pakaian siap pakai, sepatu, jam tangan, perhiasan, aksesori dan kacamata hitam.

Selama enam tahun berturut-turut (2006-2012), Louis Vuitton dinobatkan sebagai merek mewah paling berharga di dunia. Valuasi merek ini pada 2012 adalah US$ 25,9 miliar, lalu pada 2013 senilai US$ 28,4 miliar dengan pendapatan US$ 9,4 miliar. 

Louis Vuitton menjual produknya melalui butik mandiri, mal atau pusat belanja kelas atas atau melalui situs resminya. Hingga kini, Louis Vuitton telah beroperasi di 50 negara dengan lebih dari 460 toko di seluruh dunia.

Mengutip situs resmi, barang bukti berupa tas selempang Louis Vuitton Soft Trunk yang diperlihatkan KPK dalam kasus Edhy Prabowo diperkirakan berharga US$ 3.650 atau sekitar Rp 51 juta. 

TUMI

Tumi merupakan merek koper dan tas milik perusahaan Tumi Holdings, Inc. yang berbasis di South Plainfield, New Jersey yang didikrikan pada 1975 oleh Charlie Clifford.

Produk Tumi tersedia di department store dan gerai khusus dengan lebih dari 120 unit dan 200 toko di seluruh dunia.

Tumi juga memasok aksesoris seperti ikat pinggang, pulpen, dan peralatan elektronik. Perusahaan bekerja sama dengan desainer Anish Kapoor pada 2006 untuk memproduksi PowerPack Backpack yang menggabungkan teknologi surya untuk mengisi daya ponsel dan PDA. 

Pada 2004, Doughty Hanson & Co, sebuah firma ekuitas swasta yang berbasis di London, mengambil alih Tumi senilai US$ 276 juta. Delapan tahun setelahnya atau pada April 2012, Tumi melakukan penawaran umum perdana dengan melepas 18,7 juta saham.

Pada 4 Maret 2016, Samsonite mengakuisisi Tumi dengan transaksi tunai senilai US$ 1,8 miliar. 

KPK Tahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo
KPK Tahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (Adi Maulana Ibrahim |Katadata)

 

 

Selain itu, ada juga belanjaan bermerek Old Navy. Ini merupakan brand retail pakaian dan aksesori milik perusahaan multinasional Amerika, Gap Inc yang didirikan pada 1994.

Brand ini mulanya diciptakan sebagai produk Gap versi harga terjangkau. Popularitas brand ini melesat di era tahun 1990 hingga 2000-an dengan image merek pakaian berharga terjangkau untuk keluarga. 

Kinerja perusahaan tumbuh cepat dengan pendapatan melampaui US$ 1 miliar 1997 dan pada 2001 mulai masuk ke pasar internasional. Merek ini sudah memiliki lebih dari 1.00 toko di dunia, termasuk di Arab Saudi dan Filipina. 

Sedangkan pada salah satu portal e-commerce Indonesia, pakaian dari merek ini dibanderol seharga ratusan ribu rupiah.  

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait