Amazon, Netflix, dan Zoom Tetap Populer Tahun 2021, Ini Daftarnya

Amazon masuk ke dalam daftar merek yang akan tetap disorot pada 2021. Terlebih setelah perusahaan mencetak kenaikan pendapatan 37% serta laba 200% secara tahunan di kuartal ketiga.
Image title
Oleh Ekarina
2 Desember 2020, 17:23
Merek, Amazon, Bisnis, Pandemi Corona, Covid-19, Digital, Vaksin Virus Corona.
Gilc|123RF.com
Foto beranda Amazon pada layar monitor melalui kaca pembesar. Amazon diprediksi bakal tetap menjadi topik atau merek perusahaan yang akan disorot pada 2021.

Forbes merilis daftar "Brand To Watch In 2021" berupa kompilasi merek, perusahaan, produk dan topik bisnis yang diperkirakan tetap mencuri perhatian pada tahun depan. Daftar topik atau pembahasan populer tersebut berasal dari berbagai sektor, yaitu teknologi, sosial, politik, ekonomi dan sebagainya. 

Perusahaan menyusun daftar tersebut berdasarkan urutan abjad.  Berikut beberapa di antaranya: 

Amazon

Amazon masuk ke dalam daftar merek yang akan tetap disorot pada 2021. Terlebih setelah perusahaan mencetak kenaikan pendapatan 37% serta laba 200% secara tahunan di kuartal ketiga selama pandemi Covid-19, membuat brand perusahaan semakin terkenal.

Bahkan ketika pesaingnya, Walmart + meluncurkan program keanggotaan yang untuk menantang Amazon Prime, tak mengurangi jumlah pelanggan Amazon.

Meski demikian, sorotan publik dan anggota parlemen usai protes keselamatan pekerja gudang, kemungkinan tetap berlanjut. Penutupan gudang dan tantangan logistik dapat terulang jika kasus Covid-19 terus meningkat.

Black Lives Matter

Protes publik terhadap kasus rasisme Juni lalu diperkirakan akan mendorong para pemilik merek semakin fokus terhadap isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) di 2021.

Starbucks misalnya, akan meningkatkan keragaman dalam komposisi tenaga kerjanya.

Sementara The Business Roundtable, sebuah asosiasi dari 200+ CEO perusahaan terbesar Amerika, mendorong reformasi seperti peningkatan pendanaan untuk pemberian kredit kepada komunitas dan bisnis kecil milik Black dan Latino.

Disney

Disney yang akan mulai memfokuskan bisnisnya pada 2021  dengan layanan Disney + untuk mengurangi tekanan dampak Covid-19 pada bisnis taman hiburan masih akan mencuri perhatian.

Hilton

Dengan kondisi bisnis travel saat ini, Hiltonbersama dengan tiga pelaku bisnis perhotelan waralaba ternama lainnya, Marriott dan IHG, mungkin mengalami tahun suram. Namun selama kuartal terakhir, Hilton membuka 133 hotel baru, Marriott kembali mencetak untung dan IHG melaporkan keuntungan dalam bisnis grup seperti hiburan dan olahraga. 

Adapun Airbnb yang belum lama ini melantai di bursa saham (IPO) senilai US$ 30 miliar, menjadikan merek hotel dan penginapan mungkin akan membaik di 2021. Namun tidak dengan prospek maskapai penerbangan yang diramal tetap suram seiring pembatasan perjalanan.

CEO Southwest Gary Kelly berencana memangkas gaji hingga 2021 dan CEO Delta Ed Bastian memperkirakan akan membutuhkan dua hingga tiga tahun untuk memulihkan industri penerbangan.

Invicible Food

Gaya hidup vegan membuat market size bisnis makanan aternatif  pengganti daging global mencapai US$ 8,1 miliar pada 2026 dan diprediksi semakin populer ke depan.

Hal ini tercermin dari penjualan tahunan Beyond Meat meningkat hampir 10 kali lipat pada periode 2017-2019 dengan 26.000 gerai retail perusahaan di seluruh dunia.

Merek restoran lain yang mulai menyajikan makanan ini adalah McDonald's, lewat menu burger nabati, McPlant serta rencana pengembangan lain yang akan diuji coba ke pasar global pada 2021.

Joe Bidden

Presiden terpilih AS akan berpengaruh besar terhadap bisnis tahun depan saat dia menjabat. Berita bisnis kemungkinan akan terpusat pada isu seputar pemulihan ekonomi, sebagai satu dari empat prioritas yang disebutkan Biden di awal pemerintahannya.

Netflix

Akankah Netflix tetap menjadi layanan streaming paling populer? mungkin benar, tapi persaingan bisnya akan semakin ketat. Menurut panel Entertainment On-Demand Kantar, Amazon menikmati pertumbuhan kuartal kedua tertinggi dalam program langganan baru dari semua platform streaming video on demand (SVOD).

Disney + yang juga kian ekspansif akan ikut meramaikan persaingan. Sedangkan Apple TV + akan melanjutkan uji coba gratisnya dengan penawaran perangkat keras dan HBO Max akan memanfaatkan katalog kontennya yang kuat.

Ilustrasi Netflix
Ilustrasi Netflix (123RF.com/Charnsit Ramyarupa)

 

Online

The Brands To Watch In 2021 list memasukan online sebagai sistem yang semakin masif digunakan tahun depan. E-commerce sudah semakin besar, pendidikan online, termasuk pembelajaran jarak jauh dan EdTech diperkirakan akan tetap ada.

Banyak sekolah dan universitas berencana kembali menerapkan kursus online pada musim semi mendatang.

Perpindahan layanan kesehatan online, termasuk telemedicine, masih akan marak dengan peluang dan tantangannya. Frost & Sullivan memperkirakan pertumbuhan tujuh kali lipat permintaan telehealth di AS pada 2025. Adapun pada tahun lalu, bisnis ini tumbuh lebih dari 64,3%.

Merek layanan seperti Amazon Pharmacy, perusahaan asuransi berbasis teknologi Oscar Health dan platform kunjungan dokter virtual Amwell (mengembangkan kemitraan dengan Google Cloud), akan memberikan opsi baru untuk pelanggan.

TikTok

Meski Presiden AS terdahulu, Donald Trump mengancam akan menutup TikTok karena dugaan masalah keamanan nasional, aplikasi ini kemungkinan akan tumbuh lebih pesat pada tahun 2021. Langkah ini tak lpas dari dukungan Oracle dan Walmart serta peningkatan kecanggihan pemasaran influencer.

Sedangkan narasi anti-Tiongkok yang menjadi ciri pemerintahan Trump kemungkinan bakal mereda setelah Biden menjabat. Upaya ini dapat mendorong Tiongkok menjadi negara adidayadi bidang teknologi.

Vaksin

Salah satu hal yang masih akan marak dibahas tahun depan, di luar merek adalah tentang vaksin. Pasalnya, kandidat vaksin virus corona akan berpengaruh signifikan terhadap segala hal termasuk bisnis.

Hingga saat ini, vaksin terus dikembangkan. Vaksin dari Pfizer dan mitranya BioNTech, Moderna bekerja sama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases, dan  AstraZeneca dan Universitas Oxford disebut paling menjanjikan sekarang.

Meskipun, sejumlah perusahaan lain juga sedang dalam tahap pengembangan . Waktu pengiriman dan peluncuran vaksin masih belum diketahui lantaran masih ada beberapa tantangan distribusi.

Zoom

Zoom masuk ke dalam daftar, mengingat kenaikannya yang signifkan. Tapi apakah Zoom akan tetap mempertahankan keuntungan pendapatan tiga digit (355% di kuartal II), dan lonjakan saham lebih 500% seperti tahun 2020? 

Masa depan Zoom lebih dari sekadar pertanyaan platform teknologi tersebut melainkan pengaruhnya terhadap pekerjaan dan peningkatan pekerjaan jarak jauh pada keamanan dan teknologi data. Budaya organisasi dan keterlibatan karyawan, serta perekrutan dan pengembangan tenaga kerja masa depan. 

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait