10 Tren Bisnis yang Diprediksi Marak Terimbas Pandemi Tahun 2021

Otomatisasi menjadi salah satu tren bisnis teratas pada tahun depan.
Image title
Oleh Ekarina
7 Desember 2020, 17:43
Bisnis, Tren, Otomatisasi, Pandemi Corona. Covid-19, Perusahaan, Teknologi.
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3). Forbes menulis 10 tren dalam Bisnis yang akan tetap marak di 2021, salah satunya penerapan work from home.

Pandemi corona membuat perusahaan beradaptasi menghadapi situasi baru dalam menjalankan bisnis. Sejumlah tren bisnis tahun ini diramal masih tetap marak digunakan pada 2021. Berikut daftarnya:

Bekerja dari Rumah Lebih Nyata

Ketika pandemi Covid-19 mendorong masyarakat dan aktivitas pekerjaan dilakukan di rumah, perusahaan dengan cepat menyesuaikan operasi dengan tenaga kerja jarak jauh.

Beberapa perusahaan mengalami peningkatan produktivitas ketika tenaga kerja mereka jauh, namun beberapa sektor lain mungkin tidak cocok dengan sistem ini.

Oleh karena itu, pada 2021, pelaku bisnis perlu menata ulang operasionalnya dengan mempertimbangkan sejumlah aspek dan menciptakan lingkungan yang mendukung tren tersebut dalam usahanya. 

Data sebagai Aset

Dalam beberapa tahun terakhir, volume data telah berkembang pesat. Bisnis yang memanfaatkan data ini untuk lebih memahami pelanggan dan membantu meningkatkan pengambilan keputusan jelas merupakan bisnis yang lebih unggul daripada pesaing.

Solusi cloud memungkinkan perusahaan mengakses data dari mana saja. Bisnis perlu melindungi dan mengamankan data seperti halnya aset lainnya.

"Hal penting lainnya yang perlu dipertimbangkan oleh bisnis adalah cara meningkatkan literasi data di perusahaan mereka pada  2021 untuk  menambah wawasan pengambilan keputusan," kata Pakar Bisnis dan Teknologi, Bernard Merr dikutip dari Forbes, Senin (7/12).

Meski demikian, pengembangan data juga memerlukan investasi untuk membangun sistem yang dapat memproses, menganalisis, dan menyimpan aliran data ke dalam organisasi secara efisien dan efektif.

Inovasi Model Bisnis

Pada 2021, setiap pemimpin bisnis perlu merefleksikan apa yang mereka tawarkan kepada pelanggan. Ada banyak industri yang benar-benar berubah pada tahun ini, seperti industri perhotelan dan event.

Namun perlu dicatat, bisnis yang berkembang selama pandemi adalah bisnis yang bereaksi cepat terhadap perubahan. Misalnya, restoran yang memperluas ke layanan pesan antar atau perusahaan Formula 1 yang memproduksi ventilator.

Oleh karenanya, pada 2021 penting bagi setiap perusahaan untuk berinovasi.

Otomatisasi

Otomatisasi menjadi salah satu tren bisnis teratas pada tahun depan. Hingga kini, sudah banyak operasional bisnis bergeser ke arah ini. Mulai dari lini pergudangan, rantai pasokan, kendaraan otonom, truk, dan kapal, serta chatbot yang secara otomatis mengambil alih  layanan pelanggan.

"Pada 2021, saya perkirakan otomatisasi akan menjadi tren karena sebagian pekerjaan profesional kerah putih dapat diberikan ke komputer dan robot pintar dan dikirimkan melalui sistem antarmuka otomatis," katanya.

Keuangan Terdesentralisasi

Gejolak ekonomi selama Covid-19 membuat pasar modal terus berfluktuasi. Hal ini menjadi tantangan bagi bisnis yang ingin mengumpulkan modal untuk mengembangkan atau memulai bisnis baru.

Salah satu solusi untuk meningkatkan modal adalah crowdfunding, teknologi blockchain, dan opsi keuangan terdesentralisasi lainnya yang diprediksi menjadi tren besar di 2021. Cara ini memungkinkan memperoleh modal lebih mudah daripada melalui jalur tradisional.

Layanan Antarmuka Virtual

Layanan dalam bentuk digital menggunakan teknologi seperti augmented reality, virtual reality, dan mixed reality diramal masih akan marak tahun depan.

Kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dengan tetap tinggal di rumah, mendorong konsumen lebih banyak memakai avatar virtual untuk mencoba make-up, kacamata hingga pakaian.

Pada akhirnya, cara ini diperkirakan akan terus dipakai perusahaan dalam menawarkan layanannya.

Beralih dari Global ke Lokal

Covid-19 mengganggu rantai pasokan internasional, peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mendorong perusahaan mulai memikirkan kembali cara memasarkan produknya. Hal ini membuat pelaku usaha sadar, gelojak internasional dapat mengganggu bisnis.

Sehingga produksi dan penjualan kemungkinan akan lebih terlokalisir. 

UMKM ANDALKAN PEMASARAN DIGITAL
UMKM ANDALKAN PEMASARAN DIGITAL (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww.)

 

Bermanfaat & Berarti

Generasi muda yang memasuki dunia kerja ingin terhubung dengan tujuan atau pekerjaan untuk perusahaan yang memiliki makna nyata.

Perusahaan yang tidak memiliki tujuan yang jelas atau bermakna akan berjuang untuk menarik bakat dan pelanggan.

Keberlanjutan

Tren keberlanjutan lingkungan telah menjadi perhatian selama beberapa waktu terakhir, tetapi selama pandemi, penekanannya meningkat. Seberapapun besarnya virus corona mengganggu bisnis, perusahaan mengakui bahwa krisis lingkungan bisa jauh lebih merusak.

Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan ulang operasionalnya, dampak lingkungan, produk serta cara penggunaannya. Tren keberlanjutan ini berkaitan erat tujuan perusahaan mengurangi jejak karbon dan air.

Keterlibatan Sosial

Selama pandemi, perusahaan pemilik merek mengandalkan keterlibatan dengan pelanggan mereka di media sosial. Pada 2021, akan ada dorongan besar menuju kehadiran pemilik merek di media sosial, seperti tampilan nyata di balik layar.

Bersamaan dengan ini akan ada lebih banyak influencer dan mikro-influencer kemungkinan terlibat di industri atau bisnis dan terhubung dengan pelanggan.

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait