Merger Fiat-Peugeot Direstui, Bakal jadi Produsen Mobil Terbesar ke-4

Merger ini akan menggabungkan kekuatan PSA di pasar Eropa dengan FiatChrysler di Amerika Utara.
Image title
Oleh Ekarina
5 Januari 2021, 16:00
Brand Merek, Otomotif, Merger, Bisnis, Industri, Produksi, Tiongkok, Amerika Serikat
FIAT / Instagram
Ilustrasi mobil Fiat. Produsen mobil Fiat Chrysler dan PSA Group resmi merger.

Fiat Chrysler Automobiles dan Groupe PSA, produsen Peugeot dan Citroën Prancis resmi merger, setelah pemegang saham merestui aksi korporasi tersebut pada Senin (4/1) kemarin. Dengan penggabungan ini, keduanya bakal menjadi produsen otomotif terbesar dunia, membawahi brand-brand besar ternama. 

Proses merger diharapkan rampung pada Maret 2021 dengan nilai kesepakatan  US$ 52 miliar atau setara Rp 724 triliun. Setelah resmi bergabung, perusahaan memilki nama baru, yakni Stellantis yang berarti bersinar seperti bintang.

Fiat Chrysler (FCAU) merupakan produsen merek mobil Chrysler, Dodge, Ram, Jeep, Fiat, Alfa Romeo, Maserati dan Lancia. Sedangkan PSA Group, membuat mobil Peugeot, Citroën, DS, Opel dan Vauxhall.

Analis LMC Automotive, Jeff Schuster mengatakan setelah merger, perusahaan gabungan itu akan menjadi produsen mobil terbesar keempat di dunia. 

Pada 2019, kedua perusahaan menjual 8 juta kendaraan gabungan, dibandingkan dengan Volkswagen (VLKPF), yang menjual sekitar 11 juta kendaraan tahun tersebut.

Fiat Chrysler dan PSA bersaing di Eropa, meski merek keduanya memiliki posisi pasar yang berbeda. PSA hampir tidak ada di pasar Amerika Serikat, sedangkan Fiat Chrysler merupakan produsen mobil dengan penjualan terbesar keempat di AS. 

Oleh karena itu, merger ini akan menggabungkan kekuatan PSA di pasar Eropa dengan FiatChrysler di Amerika Utara.

Perusahaan juga akan membidik pasar yang berkembang pesat seperti Tiongkok, dimana ada 21 juta kendaraan terjual setiap tahunnya. Namun merger ini bisa menjadi tantangan baru perusahaan, terutama dalam kemampuan mengelola merek agar tak menggerus satu sama lain. 

"Saya pikir ada keahlian (kendaraan listrik) yang dimiliki PSA yang tidak dimiliki FCA, jadi akan ada beberapa sinergi yang bagus di sana," ujar Schuster, dikutip dari CNN International, Selasa (5/1).

Sementara Analis Cox Automotive, Michelle Krebs menilai, pembentukan perusahaan baru akan membantu mendapat sumber daya saat bergeser ke teknologi kendaraan listrik dan otonom. 

"Penciptaan Stellantis hanyalah contoh berskala besar dari tren bisnis mobil saat ini. Seluruh produsen mobil tengah serius menghadapi tugas monumental untuk membentuk kembali operasi mereka menuju 2030, ketika mobil listrik dan teknologi otonom akan bergeser menjadi arus utama, "katanya.

Saham Stellantis akan mulai diperdagangkan di pasar saham di Paris dan Milan pada Senin, 18 Januari, dan di Bursa Efek New York sehari setelahnya.

Merger membutuhkan beberapa persetujuan aturan final, termasuk dari Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa.

Reporter/Penyumbang Bahan: Ivan Jonathan (Magang) 

 

 

Editor: Ekarina
Video Pilihan

Artikel Terkait