Facebook Pecat Karyawan Pengkritik Zuckerberg Terkait Unggahan Trump

Unggahan Trump di media sosial yang berbau rasisme memicu kemarahan dan protes termasuk dari karyawan Facebook.
Cindy Mutia Annur
15 Juni 2020, 12:05
Facebook Pecat Karyawan Pengkritik Zuckerberg Terkait Unggahan Trump
Erin Scott / ZUMA Wire / dpa
Polisi Capitol AS mengawal CEO Facebook Mark Zuckerberg (tengah). Seorang karyawan Facebook dipecat lantaran mengkritik sikap pembiaran Zuckerberg terkait unggahan Donald Trump.

Facebook melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap seorong karyawannya usai mengkritik pendiri perusahaan, Mark Zuckerberg. Kritik itu disampaikan karena Zuckerberg dianggap membiarkan unggahan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait gerakan Black Lives Matter kematian George Floyd.

Karyawan tersebut adalah Brandon Dail, seorang Interface Engineer Facebook di Seattle, AS. Dirinya menulis di Twitter bahwa telah dipecat lantaran memarahi koleganya yang secara terbuka menolak mendukung gerakan Black Lives Matter.

(Baca: Facebook hingga Twitter Diminta Lapor soal Hoaks Corona ke Uni Eropa)

Dikutip dari The New York Times, akhir pekan lalu (13/6), Dail mengirim cuitan itu sehari setelah bergabung dengan puluhan karyawan lainnya, termasuk enam insinyur lain di timnya. Mereka 'mogok' bekerja sebagai aksi protes terhadap sikap Zuckerberg yang tetap membiarkan unggahan kontroversial Trump tetap tayang di Facebook.

Advertisement

"Kami sengaja tidak membuat pernyataan, ini sudah bersifat politis," ujar Dail dalam cuitannya pada 2 Juni lalu.

Facebook telah mengkonfirmasi tentang pemecatan Dail, namun menolak untuk memberikan informasi tambahan. Perusahaan mengatakan bahwa selama pemogokan kerja berlangsung, karyawan yang berpartisipasi tidak akan mendapatkan hukuman.

(Baca: Cegah Hoaks, Pengguna Twitter Tak Bisa Retweet Sebelum Baca Konten)

Unggahan Trump di media sosial  yang berbau rasisme memicu kemarahan dan protes termasuk dari karyawan Facebook dari kalimat "Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai,".

Kalimat itu mengacu pada demonstrasi menentang rasisme dan kebrutalan polisi setelah pembunuhan George Floyd pada 25 Mei. Floyd merupakan seorang pria kulit hitam yang tewas dalam tahanan polisi di Minneapolis.

Sikap pembiaran Facebook ini pun berbeda dengan yang dilakukan Twitter. Media sosial ini menempelkan tanda dengan label cek fakta di unggahan Trump yang dianggap memicu kekerasan atau rasisme. 

Meskipun sikap Facebook ini telah ditentang karyawannya lewat mogok kerja, Zuckerberg tetap membela kebijakan yang dilakukan di platformnya.

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait