Fintech Kredivo Incar 80% Transaksi dari Layanan E-commerce Tahun Ini

Hingga saat ini, Kredivo sudah menggandeng 350 penjual di e-commerce dalam melayani pembiayaan transaksi.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
4 Agustus 2020, 18:22
Fintech Kredivo Incar 80% Transaksi dari Layanan E-commerce.
Instagram/Kredivo
Ilustrasi Kredivo. Startup fintech lending Kredivo membidik pembiayaan sektor e-commerce sebesar 80% tahun ini.

Startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) Kredivo akan memfokuskan layanan pada pembiayaan transaksi di e-commerce. Perusahaan bahkan menargetkan, sekitar 80% dari total transaksi layanannya disalurkan di sektor e-commerce tahun ini. 

Head of Marketing Kredivo Indina Andamari mengatakan, saat ini total transaksi di Kredivo memang sudah didominasi untuk layanan pembiayaan di e-commerce, yakni 70%. Namun, perusahaan ingin, layanan pada e-commerce semakin ditingkatkan lagi. 

"Target proporsi layanan e-commerce kami ingin lebih tinggi lagi penetrasinya. Kalau bisa sampai 80% kenapa tidak," kata Indina dalam video conference pada Selasa (4/8).

Alasan perusahaan memfokuskan layanannya ke segmen e-commerce dikarenakan, selama pandemi Covid-19, situs belanja online mengalami peningkatan jumlah pengguna. Lembaga konsultan global McKinsey menyebutkan, transaksi harian e-commerce melonjak 26% selama pandemi.

Hingga saat ini, Kredivo sudah menggandeng 350 penjual di e-commerce dalam melayani pembiayaan transaksi. Kredivo juga menawarkan fitur paylater untuk memudahkan transaksi di e-commerce.

Fitur paylater menjadi tren yang diminati milenial. Fasilitas ‘beli sekarang bayar belakangan’ itu tersedia juga pada perusahaan aplikasi besar seperti Gojek, OVO, Tokopedia dan Traveloka.

Meski begitu, Kredivo tidak menampik permintaan pada layanan lain yakni pembiayaan tunai juga meningkat. "Tapi itu dibarengi upaya (efort) kami ke e-commerce," katanya.

Meskipun permintaan layanan pinjaman lain di selain e-commerce tinggi, Kredivo tetap fokus melayani transaksi di situs belanja daring tersebut.

Sejak berdiri pada akhir Desember 2015 hingga awal tahun ini, Kredivo sudah menyalurkan pinjaman kepada sekitar 30 juta peminjam. Tahun ini, perusahaan menargetkan bisa menyalurkan pinjaman Rp 4 triliun.

Hingga kini, platform Kredivo sudah memiliki 2 juta pengguna. Dari layanan pembiayaan transaksi di e-commerce, produk fesyen dan kecantikan paling diminati.

Berdasarkan laporan riset Kredivo dan Katadata Insight Center (KIC), selama 2019, kategori fesyen mencakup 30% dari seluruh transaksi di e-commerce, sedangkan produk kecantikan mencakup 16%. 

"Produk fesyen itu favorit, baik bagi pria dan wanita," kata Direktur Riset KIC Mulya Amri dalam video conference pada Selasa (4/8).

Mengacu pada laporan McKinsey & Company yang berjudul 'The State of Fashion 2019' alasan kenapa produk fesyen menjadi paling diminati konsumen, sebab konsumen menginginkan produk yang bervariasi dan terbaru (up to date) di platform namun dengan harga yang terjangkau. 

Sementara itu, produk fesyen pun kini banyak tersedia di e-commerce yang menawarkan berbagai macam model dan merek. S

Selain itu, beragamnya produk tersebut juga didukung oleh banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di industri fesyen yang memasarkan barangnya di e-commerce, baik sebagai penjual utama maupun dropshipper. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait