Susul Saudi Aramco, Kapitalisasi Pasar Apple Nyaris Tembus Rp 30.000 T

Harga saham Apple naik bersamaan dengan sejumlah perusahaan teknologi AS.
Image title
Oleh Ekarina
20 Agustus 2020, 11:38
Susul Saudi Aramco, Apple Cetak Kapitalisasi Pasar Rp 29.600 Triliun.
Mirko Vitali|123RF.com
Toko Apple di 3rd Street Promenade di Santa Monica CA Amerika Serikat. Kapitalisasi pasar Apple tembus US$ 2 triliun.

Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) Apple Inc mencatat kapitalisasi pasar US$ 2 triliun atau setara Rp 29.600 triliun (kurs Rp 14.800/ dolar AS). Dengan demikian, Apple menjadi perusahaan publik AS pertama yang mencapai nilai kapitalisasi pasar terbesar tersebut. 

Nilai ini dicatat Apple hanya berselang dua tahun sejak kapitalisasi pasar saham mereka berhasil menembus US$ 1 triliun pada 2 Agustus 2018. 

Dikutip dari Reuters, saham perusahaan yang berbasis di Cupertino, California ini naik hingga US$ 468,65 pada perdagangan Rabu (19/8), setara dengan kapitalisasi pasar US$ 2,004 triliun

Harga saham Apple naik bersamaan dengan sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Microsoft dan Amazon mengikuti Apple sebagai perusahaan AS paling berharga yang diperdagangkan ke publik, masing-masing bernilai sekitar US$ 1,6 triliun. Berikutnya, ada Alphabet, pemilik Google, dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun.

Saham terus melesat sejak hasil kinerja kuartalan mereka yang diumumkan Juli lalu. Produsen iPhone ini mengikuti jejak perusahaan migas Saudi Aramco yang pernah mencapai kapitalisasi pasar US$ 2 triliun pada 12 Desember 2019.

Sepanjang 2020, saham Apple naik sekitar 57%. Reli tersebut mencerminkan kepercayaan investor di tengah pergeseran bisnis Apple yang tak selalu mengandalkan penjualan iPhone. Perusahaan kini juga banyak berfokus pada layanan aplikasi untuk pengguna, termasuk video, musik, dan game.

Apple saat ini menyumbang hampir 7% dari total nilai pasar S&P 500. Kapitalisasi pasarnya ini hampir setara dengan nilai gabungan dari 200 perusahaan terkecil S&P 500.

Namun, peningkatan saham Apple baru-baru ini tersebut membuatnya berpotensi dinilai terlalu tinggi. Saham diperdagangkan lebih dari 30 kali pendapatan ini merupakan tertinggi dalam lebih dari satu dekade, menurut perusahaan penyedia data pasar finansial, Refinitiv.

Apple dan raksasa teknologi lainnya telah melonjak ke rekor tertinggi selama pandemi virus corona merebak. Ini dikarenakan banyaknya konsumen yang mulai bergantung pada e-commerce, streaming video, dan layanan lain yang mereka sediakan.

Investor bertaruh perusahaan-perusahaan ini akan keluar lebih cepat dari pandemi dibanding para pesaing, bahkan dianggap sebagai sektor saham yang aman. 

Pendapatan Apple tumbuh di setiap kategori dan semua wilayah geografis pada kuartal Juni, bahkan ketika krisis Covid-19 menyebabkan ekonomi AS terkontraksi ke level terburuk. 

Apple mengejutkan Wall Street karena dapat konsumen setianya tetap membeli iPhone, iPad, dan Mac secara online bahkan ketika beberapa toko fisik tutup karena lockdown. 

 

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait