Gandeng Adnoc, Pertamina Siap Kembangkan Kilang Petrokimia Balongan

Pertamina dan ADNOC meningkatkan kesepakatan ke arah strategis, termasuk mengevaluasi pengembangan komplek petrokimia di Balongan.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
16 Januari 2020, 12:35
Gandeng Adnoc, Pertamina Kembangkan Kilang Petrokimia Balongan.
Katadata | Dok.
Ilustrasi kilang petromkimia milik Pertamina. Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) bakal mengembangkan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat.

PT Pertamina (Persero) dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) bakal mengembangkan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat. Kerja sama bakal segera  direalisasikan seiring dengan telah ditekennya nota kesepahaman (MoU) antar kedua perusahaan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, MoU ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Comprehensive Strategic Framework (CSF) yang diteken kedua pihak pada Juli 2019.

Kesepakatan tersebut mencakup penjajakan peluang kerja sama seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas, baik di UEA, Indonesia ataupun internasional. Pertamina dan ADNOC meningkatkan kesepakatan ke arah yang lebih strategis dan spesifik, termasuk dalam mengevaluasi potensi pengembangan Crude to Petrochemicals Complex di Balongan.

(Baca: Luhut Gandeng Mubadala dan Adnoc untuk Proyek Kilang Pertamina)

Pada tahap awal, keduanya akan mempelajari dan mendalami usulan struktur bisnis dan konfigurasi teknis atas pengembangan kilang tersebut.

“Pertamina membuka diri untuk kerja sama startegis potensi kolaborasi dengan ADNOC dalam memperkuat langkah bisnis perusahaan dan mengoptimalkan pengembangan kilang petrokimia di Balongan,"ujar Nicke dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1).

Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan produk bernilai tinggi serta memenuhi permintaan produk petrokimia dalam dan luar negeri, khususnya polyolefin. 

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan potensi kerjasama ini dinilai penting, lantaran pengembangan komplek petromikia tersebut bakal terintegrasi dengan RDMP Balongan. Sehingga, selain akan mengurangi impor BBM, juga akan menekan impor produk petrokimia.

ADNOC merupakan partner strategis potensial karena selain berpengalaman mengelola integrated refinery and petrochemical dengan kapasitas terbesar di Timur Tengah dan terbesar ke-4 di dunia. Selain itu, ADNOC juga memberikan opsi penawaran partisipasi Pertamina di blok produksi migas di UEA, yang nantinya akan didiskusikan oleh kedua pihak.

(Baca: Pertamina Dapat Kepastian Impor LPG Langsung dari Uni Emirat Arab)

Pada kesempatan yang sama, Pertamina dan ADNOC juga menandatangani perjanjian pasokan LPG. Dengan demikian, pada 2020 ADNOC akan menyediakan LPG sampai dengan 528.000 MT LPG untuk Pertamina dalam rangka mengamankan kebutuhan dalam negeri.

“Transaksi ini juga efektif karena sumbernya langsung dari produsen,” ujar Nicke.

Selain dikenal sebagai raksasa petrokimia, ADNOC juga dikenal sebagai salah satu perusahaan migas yang memproduksi LPG terbesar dunia berkapaistas lebih dari 10 juta metrik ton (MT) per tahun untuk kebutuhan dalam negeri maupun global.

(Baca: Dorong Efisiensi, Pertamina Bakal Integrasikan Kilang TPPI & GRR Tuban)

CEO ADNOC Sultan Ahmed Al Jaber mengatakan, perjanjian dengan Pertamina diharapkan semakin memperkuat bisnis perusahaan di Indonesia, sebagai salah satu pasar pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.

Kesepakatan yang telah ditandatangani ini juga menunjukkan peluang penciptaan nilai tambah yang inovatif dan hubungan bilateral yang kuat antara UEA dengan Republik Indonesia.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait