Anak Usaha EMP Siapkan Pengeboran 3 Sumur Eksplorasi di Blok Bentu

Deputi Operasi SKK Migas menyebut, rencana sumur yang akan di eksplorasi di antaranya adalah sumur Bentu-3, SGD-1, dan North Segat Deep (NSD).
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
4 November 2019, 16:45
ilustrasi blok migas. EMP Bentu Limited, anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tengah menyiapkan pengeboran tiga sumur eksplorasi.
Katadata
ilustrasi blok migas. EMP Bentu Limited, anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tengah menyiapkan pengeboran tiga sumur eksplorasi.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, EMP Bentu Limited yang merupakan anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tengah menyiapkan pengeboran tiga sumur eksplorasi. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pencarian cadangan migas baru di Blok Bentu.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyebut, rencana sumur yang akan di eksplorasi di antaranya adalah sumur Bentu-3, SGD-1, dan North Segat Deep (NSD)-01. "Rencana tajak dilakukan pada kuartal III 2020," ujar Julius kepada katadata.co.id, Senin (4/11).

(Baca: Energi Mega Persada Dapat Tambahan Produksi di Blok Malacca Strait)

Adapun produksi gas Blok Bentu, menurut saat ini mencapai 77 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Direktur & CEO PT Energi Mega Persada Syailendra Bakrie sebelumnya mengatakan bahwa pada pertengahan 2019, perusahaan akan meningkatkan produksi blok tersebut menjadi 110 MMscfd.

Sedangkan, Kepala Program Divisi dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan sebelum melakukan pengeboran, EMP Bentu juga tengah mempersiapkan survei seismik.

"EMP Bentu sedang mempersiapkan 3D seismik seluas 551 km2 ," ujarnya. 

Perusahaan sebelumnya diketahui telah menemukan cadangan minyak dari pengeboran MSTB-02 Blok Malacca Strait. Produksi EMP pun bertambah 50-60 barel minyak per hari (bopd).

Saat ini produksi Blok Malacca Strait mencapai 3500 BOPD dan 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

(Baca: Kementerian ESDM Lelang Tiga Wilayah Kerja Panas Bumi)

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait