Antam Target Pembangunan Smelter Alumina di Mempawah Dimulai Oktober

Smelter ini ditargetkan rampung dan mulai produksi pada awal 2022.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
20 September 2019, 05:00
Ilustasi pabrik pengolahan dan pemurnian Antam. Perusahaan menargetkan, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) grade alumina refinery di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dimulai pada Oktober 2019.
Katadata
Ilustasi pabrik pengolahan dan pemurnian Antam. Perusahaan menargetkan, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) grade alumina refinery di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dimulai pada Oktober 2019.

PT Aneka tambang Tbk (ANTM) menargetkan, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) grade alumina refinery di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dimulai pada Oktober 2019. Pabrik tersebut berkapasitas 1 juta ton dengan kemampuan penyerapan 3 juta ton bauksit per tahun.

Smelter alumina ini dibangun oleh perusahaan patungan Antam dan Inalum yaitu PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). Adapun pembangunan smelter ini bertujuan untuk mengurangi ekspor mineral mentah dan mengurangi ketergantungan impor untuk sumber bahan baku produksi aluminium. Smelter ini ditargetkan rampung dan mulai produksi pada awal 2022.

(Baca: Bangun Smelter di Papua, Antam Dapat Calon Mitra Baru dari Tiongkok)

Direktur Operasi dan Produksi Antam Hartono mengatakan, saat ini progres pembangunan smelter itu sedang tahap bernegosiasi dengan perusahaan kontraktor,  Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

"Progresnya sedang negosiasi EPC, karena ada beberapa hal mungkin kontrak perlu di detailkan. Tapi, rencana Oktober sudah ground breaking," kata Hartono ketika ditemui di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Kamis (19/9).

Sedangkan untuk kebutuhan listriknya yang besar, smelter tersebut akan didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 3 kali 25 megawatt (MW). Investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai US$ 850 juta atau sekitar Rp 12 triliun.

Hartono mengatakan, untuk masalah pasokan listrik, pihaknya bakal bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atauPLN.

"Tadi Pak Bambang Brodjonegoro (Kepala Bappenas) dalam arahan RPJMN, itu mengarahkan sebaiknya sinergi dengan PLN. jadi, disokong listrik dari PLN," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga mengatakan proyek tersebut merupakan salah satu yang digadang-gadang bisa berkontribusi terhadap industri pertambangan di dalam negeri. Sebab sebelumnya, Indonesia kerap kali mengirim bauksit ke negara lain untuk diolah dan dikirim kembali ke Indonesia.

"Kami bertekad untuk memaksimalkan nilai tambah bauksit dan juga bahan-bahan tambang lainnya di dalam negeri," ujar Rini awal April lalu.

(Baca: Kemenperin Undang Investor Bangun Pabrik Pengolahan Limbah Smelter)

Harapannya, dengan beroperasinya smelter maka roda perekonomian di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah akan tumbuh. Begitu pula dengan potensi pendapatan daerah.

Selain itu, lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung, akan bertambah. Program pemberdayaan masyarakat di sekitar proyek pun bergairah.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait