Dibayangi Corona Global, Rupiah Dibuka Menguat 0,5% & Terbaik di Asia

Rupiah memimpin penguatan nilai tukar mata uang di tingkat Asia, diikuti yen Jepang dan rupee India.
Agatha Olivia Victoria
13 April 2020, 09:46
Dibayangi Corona Global, Rupiah Dibuka Menguat 0,5% & Terbaik di Asia.
ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,5% terbaik di Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp 15.800 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 0,5% pada pasar spot pagi ini, Senin (13/4). Namun, rupiah masih berpotensi melemah seiring melonjaknya kasus positif Covid-19 global.

Rupiah memimpin penguatan nilai tukar mata uang di tingkat Asia, diikuti yen Jepang dan rupee India dengan kenaikan masing-masing 0,37% dan 0,06%.

Sedangkan mayoriotas mata uang di Asia lain terpantau melemah. Mengutip Bloomberg, dolar Hong Kong turun 0,01%, dolar Singapura 0,28%, dolar Taiwan 0,06%, won Korea Selatan 0,84%, peso Filipina 0,13%, yuan Tiongkok 0,09%, ringgit Malaysia 0,29%, dan baht Thailand 0,25%.

(Baca: Kurs Rupiah Menguat 2,9%, Kembali ke Level Rp 15.000 per Dolar AS)

Advertisement

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai berita kenaikan tajam pasien yang terjangkit virus corona di akhir pekan cukup mengkhawatirkan pasar. "Hal ini bisa memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan hari ini termasuk ke rupiah," kata Tjendra kepada katadata.co.id, Senin (13/4).

Berdasarkan data worldometers, jumlah kasus positif corona global telah mencapai 1,85 juta kasus dengan kematian sebanyak 114.274 orang dan sebanyak 423.554 orang berhasil pulih dari virus ini.

Amerika Serikat menempati posisi paling tinggi kasus positifnya hingga pagi ini yakni 560.433 kasus. Sementara itu total kematian di AS sudah mencapai 22.115 orang dan yang sembuh terdapat 32.634 orang.

(Baca: Menguat 0,11%, BI Sebut Rupiah Kian Stabil Disokong Beragam Intervensi)

Sedangkan di dalam negeri, pemerintah telah melaporkan 4.241 kasus positif dengan total kematian 373 orang dan total pasien sembuh 359 orang.

Tjendra mengungkapkan bahwa kenaikan penyebaran Covid-19 menunjukkan puncak pandemi belum terlewati. "Sehingga bisa membuat semua usaha pemulihan ekonomi dengan stimulus menjadi sia-sia," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, dia pun memperkirakan pergerakan rupiah berpotensi berada di rentang Rp 15.800 - 16.000 per dolar AS  hari ini. 

Sepanjang pekan lalu, rupiah terus menurun. Hal tersebut sebagaimana yang digambarkan dalam databoks berikut:

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait