Kecemasan Dampak Corona Meluas, Rupiah Anjlok 3,7% ke 16.550 per US$

Rupiah hari ini berpotensi mendekati level resisten Rp 16.850 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
23 Maret 2020, 09:42
Pasar Menanti Stimulus AS, Rupiah Kembali Anjlok ke Rp 16.400 per US$.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Nilai tukar rupiah terhadap AS kembali melemah pagi ini ke level Rp 16.400 akibat sentimen pandemi corona.

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan, rupiah melemah 0,09% ke level Rp 15.960 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya dan terus tertekan 3,7% ke level Rp 16.550 per dolar AS seiring dampak pandemi corona

Anjloknya nilai tukar saat ini disinyalir akibat sentimen global. Salah satunya, terkait wacana suntikan stimulus dari pemerintah AS yang hingga kini belum mencapai kesepakatan.

Bersamaan dengan rupiah, sejumlah mata uang Asia juga  melemah pagi ini. Dikutip dari Bloomberg, dolar Hong Kong turun 0,01% bersama dolar Singapura 0,52%, dolar Taiwan 0,51%, won Korea Selatan 2,66%, peso Filipina 0,55%, rupee India 0,28%, ringgit Malaysia 0,88%, dan baht Thailand 0,61%.

Hanya yen Jepang dan yuan Tiongkok yang naik masing-masing 0,62% dan 0,11%.

Advertisement

(Baca: Tembus Rp 16 Ribu per Dolar AS, Jokowi Minta BI Fokus Jaga Rupiah)

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyatakan, rupiah berpotensi kembali tertekan hari ini akibat isu corona. 

"Kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran virus corona ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai US$ 1,3 triliun - US$ 2 triliun yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS menjadi penyebab sentimen negatif rupiah," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Senin (23/3).

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih terus melaporkan peningkatan kasus penularan wabah corona di dunia dengan lebih dari 294 ribu kasus positif saat ini. Sementara itu, pasar masih menunggu kabar kesepakatan stimulus pemerintah AS malam ini.

"Bila terjadi kesepakatan, ini bisa membantu memberikan sentimen positif ke pasar keuangan karena stimulus yang besar," ujar dia.

(Baca: Pasar Panik, Rupiah Anjlok ke Rp 16 Ribu per Dolar AS)

Pelemahan rupiah saat ini juga dinilai mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei dan Kospi yang bergerak negatif pagi ini. Termasuk sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS.

Oleh karena itu, Tjendra pun memprediksi pergerakan rupiah hari ini berpotensi mendekati level resisten Rp 16.850 per dolar AS dan support di level Rp 15.900 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait